15/08/2026

Prabowo Geram Korupsi MBG: “Orang Biadab, Tak Ada Nilai Kemanusiaan”

0
Prabowo Murka kepada Koruptor MBG “Orang Biadab, Tak Pantas Kita Hormati” - www.swarnaberita.com

Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (14/8/2026) Foto: KompasTV Live

JAKARTA, SWARNABERITA.COM — Presiden Prabowo Subianto melontarkan kecaman keras terhadap pihak-pihak yang melakukan korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai tindakan mengambil keuntungan dari makanan yang diperuntukkan bagi anak-anak Indonesia sebagai perbuatan yang tidak memiliki nilai kemanusiaan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo bahkan menyebut pihak yang berani melakukan korupsi dalam program tersebut sebagai orang biadab dan menegaskan bahwa mereka tidak layak mendapatkan penghormatan.

“Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” tegas Prabowo dalam pidatonya.

BACA JUGA: Belanja APBN 2027 Diproyeksi Tembus Rp4.000 Triliun, Puan: Harus Berdampak bagi Rakyat

MBG untuk Pastikan Anak Tidak Belajar dalam Kondisi Lapar

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak. Menurutnya, pemenuhan gizi merupakan fondasi penting dalam pembangunan manusia Indonesia.

Ia menekankan bahwa tidak semestinya ada anak Indonesia yang harus mengikuti proses pembelajaran dalam keadaan lapar karena tidak mendapatkan makanan yang cukup.

Prabowo mengakui masih terdapat anak-anak di sejumlah daerah yang tidak memperoleh asupan makanan memadai. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh dibiarkan karena kualitas gizi sangat berkaitan dengan perkembangan anak.

“Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar,” ujar Prabowo.

BACA JUGA: Kemenkes Pastikan Iuran BPJS Belum Naik, Pemerintah Siap Tutup Defisit JKN

Soroti Ancaman Stunting

Selain memastikan anak mendapatkan makanan bergizi, Prabowo menyebut MBG juga diarahkan untuk membantu mengatasi persoalan stunting yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Ia mengungkapkan, prevalensi stunting di beberapa wilayah masih berada pada angka sekitar 25 persen. Kondisi tersebut dinilai sangat serius karena kekurangan gizi dalam masa pertumbuhan dapat berdampak terhadap perkembangan otak, otot, dan tulang anak.

“Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah memastikan program MBG tetap dilanjutkan. Namun, Prabowo menegaskan pelaksanaannya akan terus dievaluasi dan diperbaiki agar semakin efektif serta efisien.

Tegaskan MBG Tetap Dilanjutkan

Prabowo menyatakan pemerintah tidak akan mundur dari komitmen menjalankan program MBG. Perbaikan tata kelola dan efisiensi akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

“Dan oleh karena itu saya bertekad teruskan program-program MBG dengan perbaikan, dengan efisiensi,” kata Prabowo.

Pernyataan keras Prabowo terhadap korupsi MBG sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan anggaran program tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi penerima manfaat.

Bagi pemerintah, program pemenuhan gizi bukan sekadar persoalan distribusi makanan, tetapi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, penyalahgunaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dinilai sebagai tindakan yang sangat serius.

Dengan sikap tersebut, Prabowo menegaskan bahwa program MBG akan terus berjalan, tetapi dengan penekanan lebih kuat pada perbaikan, efisiensi, dan pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

***
(Sebagian artikel diolah dari dari KompasTV – Foto: KompasTV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *