15/08/2026

Belanja APBN 2027 Diproyeksi Tembus Rp4.000 Triliun, Puan: Harus Berdampak bagi Rakyat

0
Belanja APBN 2027 Diproyeksi Tembus Rp4.000 Triliun, Puan Harus Berdampak bagi Rakyat - www.swarnaberita.com

Terbesar Sejarah Fiskal, Puan Sebut Belanja APBN 2027 Bisa Tembus Rp 4.000 Triliun - © TV Parlemen:TVP

JAKARTA, SWARNABERITA.COM – Belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 diproyeksikan kembali mencatat rekor. Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut belanja APBN tahun depan berpotensi mendekati Rp4.000 triliun, yang jika terealisasi akan menjadi belanja APBN terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan dalam Pidato Ketua DPR RI pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Jumat (14/8/2026). Rapat tersebut membahas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Dalam pidatonya, Puan menyoroti tren peningkatan belanja negara yang berlangsung signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Pada 2000, belanja APBN tercatat sekitar Rp197 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp1.126 triliun pada 2010.

“Dalam 10 tahun tersebut, Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat,” ujar Puan.

Kenaikan belanja negara terus berlanjut. Pada 2026, APBN telah mencapai Rp3.842 triliun, atau meningkat hampir 20 kali lipat dibandingkan posisi pada 2000.

Dengan melihat tren tersebut, Puan memperkirakan belanja negara pada 2027 berpotensi semakin mendekati angka Rp4.000 triliun.

“APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp4.000-an triliun,” kata Puan.

Baca Juga: Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun, Purbaya: Jangan Lihat Nominal Saja

Bukan Sekadar Angka Triliunan

Meski nilai anggaran negara terus membesar, Puan mengingatkan bahwa besarnya APBN tidak serta-merta menunjukkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, ukuran keberhasilan APBN justru terletak pada seberapa jauh anggaran tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ia mencontohkan petani yang menanti hasil panen, anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan, masyarakat kurang mampu yang memerlukan layanan kesehatan, hingga pencari kerja yang berupaya memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bagi kelompok masyarakat tersebut, kata Puan, angka triliunan dalam APBN tidak akan memiliki arti apabila tidak diterjemahkan menjadi manfaat yang nyata.

“Angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat,” tegasnya.

Puan menegaskan bahwa APBN tidak boleh dipandang semata-mata sebagai instrumen pencatatan belanja pemerintah. Lebih dari itu, APBN merupakan cerminan pilihan politik negara dalam menentukan arah penggunaan sumber daya, kelompok yang menjadi prioritas, serta manfaat yang harus diterima masyarakat.

“APBN adalah pilihan politik; tentang ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan, dan manfaat apa yang harus dirasakan oleh rakyat,” ujarnya.

Karena itu, Puan menilai keberhasilan APBN tidak semestinya hanya diukur dari kemampuan pemerintah merealisasikan anggaran. Kinerja APBN harus dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

“APBN tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dapat dibelanjakan, APBN harus dinilai dari kinerjanya dalam memenuhi harapan rakyat dan banyaknya kehidupan rakyat yang dapat diubah menjadi lebih baik,” katanya.

Pertumbuhan Harus Berjalan Bersama Pemerataan

Sementara itu, pemerintah mengusung tema kebijakan fiskal 2027, yakni “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat.”

Puan menilai tema tersebut harus diterjemahkan sebagai komitmen untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada peningkatan angka-angka makroekonomi. Pertumbuhan juga harus diikuti pemerataan manfaat dan penguatan keadilan sosial.

“Harus dimaknai sebagai komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan dengan pemerataan; kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial,” pungkasnya.

Dengan demikian, potensi APBN 2027 yang mendekati Rp4.000 triliun tidak hanya menjadi catatan sejarah dari sisi besarnya anggaran, tetapi juga menjadi ujian bagi pemerintah dalam memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas kehidupan rakyat.

***
(Sebagian artikel diolah dari dari Kontan – Foto: Tribun Trends)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *