Dolar Australia Tertekan, Sentuh Level Terendah dalam Tiga Bulan
Jakarta, Swarnaberita.com – Nilai tukar dolar Australia (AUD) kembali mengalami pelemahan dan turun di bawah level US$0,687. Penurunan tersebut memperpanjang tren negatif hingga menyentuh titik terendah dalam tiga bulan terakhir, seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) yang menekan pergerakan mata uang Negeri Kanguru.
Mengutip Trading Economics, Selasa (30/6), risalah rapat Reserve Bank of Australia (RBA) pada Juni menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan masih menilai suku bunga perlu dipertahankan pada level yang restriktif. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredam kelebihan permintaan sekaligus mengarahkan inflasi kembali ke sasaran, meskipun pertumbuhan ekonomi Australia mulai melambat.
RBA juga menegaskan masih membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga apabila diperlukan. Bank sentral menilai ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih berpotensi memicu tekanan inflasi sehingga perlu terus diwaspadai.
Meski demikian, penurunan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini. Saat ini, probabilitas kenaikan suku bunga diperkirakan berada di kisaran 40 persen. Di sisi lain, pasar mulai memperkirakan peluang penurunan suku bunga yang kemungkinan baru terjadi pada pertengahan 2027.
Tekanan terhadap dolar Australia juga diperkuat oleh menguatnya dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan sikap kebijakan moneter yang lebih ketat (hawkish). Sinyal tersebut mendorong ekspektasi pasar bahwa kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dapat terjadi paling cepat pada September mendatang.
Secara keseluruhan, dolar Australia diperkirakan mencatat pelemahan lebih dari 4 persen sepanjang bulan ini, serta turun sekitar 0,5 persen secara kuartalan. Kondisi tersebut mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal terhadap pergerakan mata uang Australia di tengah dinamika kebijakan moneter global.
