PB IKAPPI Siapkan Kemandirian Keuangan, Aset Senilai Rp3 Miliar Jadi Modal Pengembangan Organisasi
Rapat PB IKAPPI bersama Mudir 'Aam Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah - Foto: Istimewa
OGAN ILIR, SWARNABERITA.COM – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah (PB IKAPPI) mulai mematangkan langkah untuk memperkuat kemandirian organisasi melalui pembenahan tata kelola keuangan, renovasi gedung, dan optimalisasi berbagai potensi usaha yang dimiliki.
Langkah tersebut menjadi salah satu kesepakatan dalam rapat koordinasi antara pengurus PB IKAPPI dan Mudir ‘Am Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Dr. Drs. KH. Mudrik Qori, M.A., yang berlangsung di ruang kerja Mudir ‘Am, Kampus D Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahad (1/11/2026).
Rapat yang berlangsung pukul 15.00–17.20 WIB itu membahas laporan perkembangan organisasi, pengelolaan keuangan, kondisi aset, serta sejumlah langkah strategis yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pengurus.
Salah satu pembahasan penting adalah penguatan sumber pemasukan organisasi. Saat ini, PB IKAPPI memiliki sejumlah sumber pendapatan, antara lain subsidi pondok, penyewaan ruang untuk BMT, keuntungan kantin, serta iuran bulanan pengurus melalui semangat fastabiqul khairat dengan nominal sukarela.
Ke depan, organisasi juga akan mengembangkan potensi pemasukan lainnya, seperti usaha sarang walet, penyewaan kamar untuk penginapan, dan penyewaan aula gedung PB IKAPPI.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa mulai November 2026, seluruh pemasukan dan pengeluaran organisasi akan dikelola oleh pengurus harian PB IKAPPI melalui rekening bank organisasi. Pengelolaan keuangan tersebut akan dilaporkan secara berkala kepada Mudir ‘Am dan pengurus PB IKAPPI.

Dari sisi aset, PB IKAPPI saat ini memiliki aset dengan nilai sekitar Rp3 miliar. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung pengembangan organisasi dan memperkuat kemandirian keuangan ke depan.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, pengurus mendapat amanah menyusun perhitungan kebutuhan riil atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi gedung PB IKAPPI. Renovasi akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan organisasi dan peluang investasi yang dapat dikembangkan.
Selain renovasi gedung, pengurus juga diminta segera merancang program optimalisasi berbagai aset dan unit usaha, khususnya kantin, sarang walet, penyewaan kamar, serta aula gedung PB IKAPPI.
Rapat ini dihadiri Mudir ‘Am Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, Dr. Drs. KH. Mudrik Qori, M.A., Ketua Umum PB IKAPPI Gus Ahmad Ma’in, S.Pd., Sekretaris Jenderal Ari Alhadi, Ketua Harian Syamsuddin, Sekretaris Harian Ahmad Abdul Qiso, serta sejumlah pengurus yayasan dan unsur pesantren.
Melalui kesepakatan tersebut, PB IKAPPI diharapkan semakin tertata dalam mengelola keuangan dan aset organisasi. Lebih dari itu, pengembangan unit usaha diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya kemandirian organisasi sehingga PB IKAPPI dapat menjalankan program dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi para alumni maupun keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah.