Ust. Tanto Priadi: Belajar Bahasa Harus Seru, Santri Al-Ittifaqiah Lecah Semangat Asah Kemampuan
Proses belajar dan mengajar di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Kampus Lecah - Foto: Dokumen Al-Ittifaqiah
MUARA ENIM, SWARNABERITA.COM — Pembelajaran bahasa tidak harus berlangsung kaku dan monoton. Suasana yang menyenangkan, interaktif, dan penuh semangat justru dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus membangun keberanian berkomunikasi.
Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Dauroh atau Kursus Bahasa yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Kampus Lecah, berlokasi di Jalan Lintas Prabumulih-Baturaja, Desa Lecah, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang mendorong santri untuk aktif berlatih, berani berbicara, dan saling memberikan motivasi dalam proses pembelajaran bahasa.
Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Kampus Lecah, Ust. Tanto Priadi, S.H., menyampaikan pesan inspiratif pada Ahad (18/10), pesan bertajuk “Seru Belajarnya, Hebat Bahasanya!” Pesan tersebut menekankan bahwa proses belajar bahasa dapat dikemas secara menyenangkan tanpa mengurangi esensi dan tujuan pembelajaran.
“Belajar bahasa nggak harus selalu serius, karena di balik setiap tawa, ada ilmu yang diserap dan keberanian yang terus diasah!” demikian ungkapan Ust. Tanto Priadi yang menggambarkan pentingnya suasana belajar yang positif bagi para santri.
Menurut pesan yang disampaikannya, keseruan dalam kegiatan dauroh atau kursus bahasa bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan juga menjadi kesempatan bagi santri untuk belajar bersama, membangun rasa percaya diri, dan mengembangkan keterampilan komunikasi.
Belajar Bersama, Berani Berbicara
Kegiatan Dauroh/Kursus Bahasa di Al-Ittifaqiah Indralaya Kampus Lecah diarahkan untuk menumbuhkan semangat belajar melalui pendekatan yang interaktif. Santri didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan, berani mempraktikkan bahasa yang dipelajari, serta membangun kebiasaan saling mendukung dalam meningkatkan kemampuan masing-masing.
Pendekatan tersebut penting karena penguasaan bahasa tidak cukup hanya melalui pemahaman teori dan penambahan kosakata. Kemampuan berbahasa juga membutuhkan praktik berkelanjutan, keberanian menyampaikan gagasan, serta lingkungan yang memberikan ruang untuk belajar dan memperbaiki diri.
Dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan, santri diharapkan tidak merasa takut melakukan kesalahan ketika berbicara. Sebaliknya, setiap proses dan pengalaman belajar dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa.
Mencetak Generasi Unggul dan Berakhlak Mulia
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan bahasa, kegiatan ini juga membawa harapan besar bagi pembentukan karakter santri. Pembelajaran yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan dapat menumbuhkan semangat kolaborasi, kedisiplinan, rasa percaya diri, serta sikap saling menyemangati.
Ust. Tanto Priadi menegaskan melalui pesannya bahwa proses belajar hari ini merupakan bekal penting bagi masa depan santri.
“Karena setiap kata yang dipelajari hari ini adalah bekal untuk melangkah lebih jauh di masa depan!” menjadi pengingat bahwa penguasaan bahasa dapat membuka peluang untuk memperluas wawasan, membangun komunikasi, dan menghadapi tantangan zaman.
Melalui kegiatan Dauroh/Kursus Bahasa, Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Kampus Lecah, diharapkan terus menumbuhkan generasi yang unggul dalam penguasaan bahasa, luas wawasan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai akhlak mulia.
Semangat tersebut dirangkum dalam slogan “Al-Ittifaqiah Lecah Belajar Berbahasa dan Berkarya!” Sebuah ajakan agar santri terus belajar, berani berkomunikasi, mengembangkan potensi, dan menjadikan kemampuan bahasa sebagai bekal untuk berkarya serta memberikan manfaat bagi masyarakat.