Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Warga Maumere Berhamburan dan Iran Tawarkan Bantuan

0
Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Warga Maumere Berhamburan dan Iran Tawarkan Bantuan - www.swarnaberita.com

Kondisi pengungsi gempa di NTT - Foto: SC. KompasTV

MAUMERE, SWARNABERITA.COM – Situasi warga di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih diliputi kecemasan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores. Gempa susulan yang terus terjadi membuat warga belum sepenuhnya berani kembali ke dalam rumah maupun bangunan yang terdampak.

Salah satu gempa susulan bahkan membuat warga di Maumere, Kabupaten Sikka, kembali panik. Gempa bermagnitudo 5,7 memicu kepanikan dan membuat sejumlah warga berlarian keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri.

Suasana kepanikan itu juga terlihat di sebuah hotel di Maumere. Dalam rekaman video yang beredar, para tamu tampak bergegas meninggalkan gedung setelah merasakan kuatnya getaran gempa. Mereka memilih berkumpul di area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan berikutnya.

Kondisi serupa juga terjadi di fasilitas kesehatan. Pasien di RSUD Hiller masih harus menjalani perawatan di tenda-tenda darurat yang didirikan di luar gedung utama. Aktivitas pelayanan kesehatan di luar bangunan dilakukan sebagai langkah antisipasi, mengingat rangkaian gempa susulan masih berlangsung dan kondisi bangunan utama belum sepenuhnya dinyatakan aman.

Situasi tersebut membuat proses pemulihan pascagempa berjalan tidak mudah. Selain menghadapi kerusakan bangunan dan infrastruktur, warga juga harus berhadapan dengan rasa trauma serta kekhawatiran akan datangnya gempa susulan.

BACA JUGA: Kemensos Salurkan 30 Ton Beras dan 5.500 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Ratusan Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Di sejumlah daerah terdampak, ratusan warga hingga kini masih tinggal di tempat-tempat pengungsian sementara. Mereka memilih tidak kembali ke rumah karena sebagian bangunan mengalami kerusakan atau roboh, sementara ancaman gempa susulan masih menjadi kekhawatiran.

Di Reok, Kabupaten Manggarai, misalnya, sejumlah warga terpaksa menempati tenda pengungsian setelah rumah mereka runtuh akibat guncangan gempa.

Salah seorang warga mengisahkan momen menegangkan ketika dinding rumah mulai ambruk. Dalam situasi tersebut, ia berusaha menyelamatkan anak-anaknya sebelum bangunan semakin tidak terkendali.

Kisah tersebut menggambarkan betapa cepatnya situasi berubah ketika gempa terjadi. Keselamatan keluarga menjadi prioritas utama, sementara barang-barang dan harta benda terpaksa ditinggalkan.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan untuk para penyintas mulai berdatangan. Bantuan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta dukungan untuk proses evakuasi dan penanganan korban terus diupayakan agar kebutuhan warga di lokasi pengungsian dapat terpenuhi.

BACA JUGA: Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 51 Orang, Operasi SAR Terkendala Longsor dan Gangguan Komunikasi

Iran Sampaikan Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan

Solidaritas terhadap korban gempa NTT juga datang dari luar negeri.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa yang mengguncang NTT. Pesan tersebut disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Minggu (16/8) waktu setempat.

Mengutip laporan kantor berita Iran, IRNA, Pezeshkian menyampaikan simpati kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia, khususnya keluarga korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Tidak hanya menyampaikan ucapan duka, Pemerintah Iran juga menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan pertolongan medis bagi wilayah yang terdampak.

Tawaran tersebut menjadi bentuk solidaritas kemanusiaan dari Iran kepada Indonesia di tengah proses penanganan bencana yang masih berlangsung.

Sementara itu, proses pendataan korban dan kerusakan di NTT masih terus dilakukan. Pemerintah bersama tim SAR, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur terkait masih berupaya menangani korban dan memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 telah menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Hingga proses penanganan berlangsung, perhatian utama diarahkan pada keselamatan warga, penanganan korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pemulihan fasilitas publik yang terdampak.

Bagi warga NTT, bencana belum benar-benar berakhir. Setiap getaran susulan masih menghadirkan kecemasan. Namun, di tengah situasi tersebut, bantuan dan solidaritas yang terus mengalir menjadi harapan agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

***

(Sebagian tulisan diolah dari KompasTV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *