STAI Yogyakarta Wisuda ke-32, 57 Lulusan Didorong Terus Belajar dan Berpikir Kritis

Gunungkidul, Swarnaberita.com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta kembali menorehkan momentum penting dalam perjalanan akademiknya. Sebanyak 57 mahasiswa dari berbagai program studi resmi mengikuti prosesi Wisuda ke-32 yang digelar melalui Sidang Senat Terbuka di Auditorium Swardiyono, Kampus STAI Yogyakarta, Minggu (9/8/2026).

Sidang Senat Terbuka tersebut dibuka oleh Ketua Senat STAI Yogyakarta, Dr. Agus Supriyanto, S.H.I., M.S.I. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Momentum Wisuda ke-32 ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Sekretaris PWNU DIY Dr. Muhajir, Koordinator Kopertais Wilayah III DIY Prof. Noorhaidi Hasan, Ph.D., serta Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bidang Sosial Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Suprianto.

Hadir pula unsur Forkopimda Kabupaten Gunungkidul, Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, pimpinan dan dosen serta sivitas akademika STAI Yogyakarta, para wali mahasiswa, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dr. Muhajir mengingatkan para wisudawan agar tidak menjadikan wisuda sebagai akhir dari perjalanan intelektual. Menurutnya, proses belajar harus terus berlangsung sepanjang kehidupan.

“Kalau orang berhenti belajar, itu artinya mendeklarasikan kematian,” tegasnya.

Ia kemudian mendorong para lulusan STAI Yogyakarta untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun menempuh studi di perguruan tinggi lain.

“Teman-teman tidak boleh berhenti belajar. Silakan melanjutkan studi ke tempat lain, kemudian kembali ke STAIYO untuk membantu mengembangkannya,” lanjut Dr. Muhajir.

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para wisudawan agar tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Sebaliknya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di STAI Yogyakarta diharapkan terus dikembangkan dan pada saatnya dapat dikontribusikan kembali bagi kemajuan almamater serta masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah III DIY, Prof. Noorhaidi Hasan, Ph.D., menekankan pentingnya kemampuan berpikir sebagai salah satu bekal utama yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata tentang penguasaan pengetahuan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengolah pengetahuan tersebut secara tepat dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Yang dibutuhkan dalam pendidikan adalah bagaimana berpikir logis, kritis, dan kreatif. Itu dasar segala-galanya,” ungkap Prof. Noorhaidi.

Ia menilai, kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif akan menjadi modal penting bagi lulusan dalam menghadapi dinamika kehidupan dan perubahan yang terus berlangsung.

“Jika sudah memiliki pola tersebut, maka Anda akan survive,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi para lulusan yang akan memasuki ruang kehidupan yang lebih luas. Dunia kerja, masyarakat, maupun perkembangan teknologi menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki ijazah dan kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan menganalisis persoalan, berpikir kritis, serta melahirkan gagasan-gagasan kreatif.

Kehadiran sejumlah tokoh dalam Wisuda ke-32 STAI Yogyakarta pun menjadi bagian penting dari momentum akademik tersebut. Selain memberikan apresiasi kepada para lulusan, berbagai pesan yang disampaikan menjadi bekal moral dan intelektual sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.

Wisuda pada akhirnya bukan sekadar seremoni pelepasan mahasiswa, melainkan titik awal bagi perjalanan baru. Sebanyak 57 lulusan STAI Yogyakarta kini dihadapkan pada ruang pengabdian yang lebih luas, dengan tuntutan untuk terus belajar, berpikir kritis, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan bekal keilmuan, pengalaman akademik, dan nilai-nilai keislaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para wisudawan diharapkan mampu menjadi insan akademik yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan moral.

Wisuda ke-32 STAI Yogyakarta menjadi momentum melepas para lulusan untuk melangkah lebih jauh, terus belajar, terus berpikir, dan terus mengabdi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *