Empat Gunung Api di Indonesia Erupsi dalam Sehari, Abu Anak Krakatau Menyebar Luas

0
Ilustrasi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ilustrasi Erupsi Gunung Anak Krakatau

SWARNABERITA.COM – Aktivitas vulkanik kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Empat gunung api yang berada di lokasi berbeda dilaporkan mengalami erupsi dalam rentang waktu yang berdekatan pada Minggu (6/9/2026).

Keempat gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), aktivitas erupsi keempat gunung tersebut terjadi sepanjang Minggu pagi dengan waktu yang berbeda-beda.

Berikut rangkuman aktivitas empat gunung api yang mengalami erupsi:

1. Gunung Anak Krakatau

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu yang paling mendapat perhatian. Gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda tersebut mengalami serangkaian erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Minggu (6/9/2026).

Pada Minggu pagi, erupsi kembali tercatat sekitar pukul 07.10 WIB. Aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi 16 detik.

Abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau juga dilaporkan menyebar cukup luas. Berdasarkan analisis BMKG menggunakan informasi PVMBG, VAAC Darwin, serta citra satelit Himawari-9, sebaran abu terbagi ke dalam beberapa arah.

Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya. Sementara sebaran lainnya bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia.

2. Gunung Ibu

Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, juga tercatat mengalami erupsi pada Minggu pagi.

Erupsi terjadi sekitar pukul 04.55 WIT. Kolom abu teramati mencapai kurang lebih 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 15 milimeter selama sekitar 35 detik.

3. Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, juga menunjukkan aktivitas erupsi.

Salah satu erupsi yang tercatat terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.41 WITA. Kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 82 detik.

4. Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur turut mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi.

Erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 07.51 WIB. Kolom abu teramati membumbung hingga kurang lebih 1.000 meter di atas puncak.

Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung selama sekitar 102 detik.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Semeru kembali diingatkan untuk mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Badan Geologi meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Aktivitas empat gunung api yang terjadi dalam waktu berdekatan ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan dengan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi.

Meski terjadi pada hari yang sama, para ahli menegaskan bahwa aktivitas keempat gunung tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan langsung antarsistem vulkanik. Masing-masing gunung memiliki sistem magma dan dinamika aktivitasnya sendiri.

Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari otoritas kebencanaan dan vulkanologi.

Sumber: CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *