Wamenko Perekonomian Sebut Daya Beli Tak Melemah, Konsumsi Transportasi dan Wisata Justru Tumbuh
Wakil Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, dalam program Top Economy, Selasa, 13 Oktober 2026 - Foto: Tangkapan layar Youtube Metro TV
JAKARTA, SWARNABERITA.COM — Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menegaskan bahwa daya beli masyarakat Indonesia tidak sedang mengalami pelemahan. Menurutnya, fenomena yang terjadi saat ini lebih mencerminkan pergeseran pola konsumsi masyarakat ke sejumlah sektor yang justru mencatatkan pertumbuhan tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Dradjad dalam program Top Economy Metro TV, Selasa (13/10/2026). Ia mengaku terkejut melihat pertumbuhan konsumsi di sejumlah sektor yang dinilainya menunjukkan perkembangan signifikan.
“Daya beli tidak melemah, yang terjadi pergeseran konsumsi. Saya terkaget-kaget dengan growth di berbagai tempat konsumsi, growth-nya luar biasa,” ujar Dradjad, seperti dikutip dari Metro TV News.
Ia menjelaskan, sektor transportasi dan pariwisata menjadi contoh bidang yang mengalami pertumbuhan konsumsi cukup tinggi. Menurutnya, perkembangan tersebut tercermin dalam data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS).
Dradjad menilai, data statistik perlu dipahami secara utuh agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih proporsional mengenai kondisi perekonomian nasional. Meskipun data agregat tidak selalu menggambarkan keadaan ekonomi setiap individu, data tersebut tetap dapat digunakan untuk melihat kecenderungan ekonomi secara keseluruhan.
Komunikasi Data Ekonomi Perlu Diperbaiki
Dradjad mengakui, penyampaian informasi mengenai kondisi ekonomi kepada masyarakat masih perlu diperbaiki. Menurutnya, komunikasi kebijakan dan penjelasan terhadap data statistik menjadi bagian penting agar perkembangan ekonomi tidak dipahami secara keliru.
“Tapi dari data situ saya lihat, oh memang mungkin komunikasi kebijakan, komunikasi mengenai data ini juga perlu kita jadikan langkah perbaikan,” katanya.
Ia menilai, perbedaan antara pengalaman ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat dan gambaran dalam statistik nasional perlu dijelaskan secara terbuka. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa kondisi ekonomi tidak selalu seragam di setiap kelompok pendapatan maupun wilayah.
Pandangan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pertumbuhan konsumsi pada sektor tertentu tidak serta-merta berarti seluruh rumah tangga mengalami peningkatan daya beli dalam tingkat yang sama.
Pertumbuhan Ekonomi Daerah Masih Perlu Didorong
Selain menyoroti konsumsi masyarakat, Dradjad menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi di berbagai daerah menunjukkan capaian yang beragam. Sejumlah wilayah telah mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata nasional, sementara sebagian lainnya masih berada di bawah angka tersebut.
Meski demikian, ia menyebut beberapa daerah yang belum mencapai rata-rata nasional masih mencatatkan pertumbuhan mendekati 5 persen.
“Banyak yang di atas rata-rata nasional. Nah yang di bawah rata-rata nasional itu tetap sebagian dekat 5 persen,” ujarnya.
Menurut Dradjad, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui kebijakan yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Ia menilai, kepala daerah memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal. Inovasi tidak selalu harus berupa program besar dengan biaya tinggi, tetapi dapat dimulai melalui langkah-langkah sederhana yang mampu menggerakkan kegiatan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.
“Jadi memang PR-nya salah satunya adalah bagaimana kita bisa mendorong para kepala daerah untuk meningkatkan pertumbuhan di daerahnya dengan inovasi-inovasi yang relatif simpel,” jelasnya.
Tantangan Menjaga Pertumbuhan yang Merata
Pernyataan Dradjad menempatkan pergeseran pola konsumsi sebagai salah satu aspek penting dalam membaca kondisi ekonomi Indonesia. Pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata dapat menjadi indikasi meningkatnya aktivitas pada bidang-bidang tersebut, tetapi perlu dilihat bersama indikator lain untuk memperoleh gambaran daya beli masyarakat secara menyeluruh.
Karena itu, tantangan pemerintah tidak hanya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di berbagai wilayah dan kelompok pendapatan.
Penguatan komunikasi data, inovasi pemerintah daerah, serta penciptaan aktivitas ekonomi produktif menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar pertumbuhan konsumsi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
* * *
Sumber: berita dikutip dari Metro TV News