KH. Mudrik Qori Resmi Sandang Gelar Doktor, Teliti Metode Pembelajaran Nagham Al-Qur’an Syekh Mustafa Ismail

Malang, Swarnaberita.com – Kabar membanggakan datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mudir ‘Aam Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, KH. Mudrik Qori, berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian tertutup Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (9/6/2026).

Dalam ujian yang berlangsung di Ruang Sidang Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMM tersebut, KH. Mudrik Qori mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Metode Pembelajaran Nagham Al-Qur’an Syekh Mustafa Ismail di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan.”

Ujian berlangsung selama dua jam, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dengan dihadiri dewan penguji yang terdiri dari para akademisi dan pakar di bidang Pendidikan Agama Islam. Bertindak sebagai Ketua Sidang sekaligus Promotor, Prof. Dr. Tobroni, M.Si., didampingi Assoc. Prof. Moh. Nurhakim, M.Ag., Ph.D. selaku Ko-Promotor I dan Assoc. Prof. Dr. Diah Karmiyati, M.Si. selaku Ko-Promotor II. Ketiganya dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Sementara itu, tim penguji lainnya terdiri dari Prof. Dr. Khozin, M.Si., Prof. Dr. Ishomuddin, M.Si., dari Universitas Muhammadiyah Malang, serta Assoc. Prof. Dr. Muhammad Fazlurrahman Hadi, Lc., M.Pd.I. dari Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Salah satu momen menarik dalam ujian tersebut terjadi ketika salah seorang penguji meminta KH. Mudrik Qori untuk mempraktikkan langsung metode Nagham Al-Qur’an yang menjadi fokus penelitiannya. Dengan penuh percaya diri, promovendus membacakan beberapa ayat dari Surah Ar-Rahman menggunakan variasi nagham yang dipelajari dari Syekh Mustafa Ismail. Tidak hanya menampilkan praktik bacaannya, ia juga menjelaskan karakteristik dan ragam irama yang digunakan dalam metode tersebut.

KH. Mudrik Qori saat memaparkan hasil penelitian di hadapan dewan penguji.

Penampilan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari para penguji karena mampu memperlihatkan keterkaitan antara kajian akademik dan praktik pembelajaran Al-Qur’an yang selama ini berkembang di lingkungan pesantren.

Setelah melalui proses ujian dan diskusi akademik yang mendalam, dewan penguji menyatakan bahwa disertasi yang diajukan memenuhi syarat akademik. Dengan demikian, KH. Mudrik Qori dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu pesantren besar di Sumatera Selatan dengan tradisi kuat dalam pengajaran Al-Qur’an, termasuk seni baca Al-Qur’an atau nagham.

Meski telah dinyatakan lulus dalam ujian tertutup, rangkaian studi doktoral KH. Mudrik Qori belum sepenuhnya berakhir. Tahapan berikutnya adalah ujian terbuka atau promosi doktor yang direncanakan akan digelar pada Juli 2026 mendatang.

Keberhasilan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam pelestarian dan pengembangan metode pembelajaran Nagham Al-Qur’an di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *