Mengapa Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk Pertama Indonesia? Ini Penjelasan KSAL
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat ungkap alasan Lampung dipilih sebagai pangkalan Kapal Induk - Foto Istimewa
SWARNABERITA.COM – Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi di Indonesia menjadi salah satu perhatian dalam penguatan dan modernisasi kekuatan TNI Angkatan Laut. Kapal perang asal Italia tersebut direncanakan memiliki pangkalan di Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Pemilihan Lampung sebagai salah satu pangkalan kapal induk bukan tanpa pertimbangan. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa kondisi geografis dan karakteristik perairan di wilayah tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi.
Menurut Muhammad Ali, kedalaman perairan di sekitar pangkalan mencapai sekitar 8 hingga 8,5 meter, sehingga dinilai memadai untuk mendukung kebutuhan kapal perang berukuran besar.
“Lampung ini kenapa kita pilih karena situasi geografisnya sangat memungkinkan, kedalamannya juga cukup. Draft-nya sekitar 8 meter, jadi di sana cukup,” ujar Muhammad Ali saat memberikan keterangan kepada awak media di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Selain faktor kedalaman laut, akses navigasi yang baik dan kondisi perairan yang relatif terlindung turut menjadi alasan TNI AL memilih kawasan tersebut.
“Akses navigasinya juga bagus, agak terlindung juga. Mungkin itu yang jadi pilihan,” kata Ali.
Bukan Satu-satunya Pangkalan
Meski Teluk Ratai disiapkan sebagai salah satu lokasi utama, TNI AL memastikan Lampung bukan satu-satunya pangkalan bagi kapal induk tersebut.
Muhammad Ali mengatakan TNI AL juga menyiapkan sejumlah pangkalan lain yang nantinya dapat digunakan sebagai lokasi bersandar. Penentuan pangkalan akan mempertimbangkan kebutuhan operasional serta kondisi geografis dan perairan Indonesia.
Dengan demikian, keberadaan kapal induk tidak hanya diarahkan untuk beroperasi dari satu wilayah, tetapi diharapkan dapat mendukung mobilitas dan pelaksanaan tugas TNI AL di berbagai kawasan.
Giuseppe Garibaldi Segera Berganti Nama
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat (18/9/2026). Kapal tersebut masih berstatus milik Italia dan dijadwalkan diserahterimakan kepada Indonesia pada 24 September 2026.
Setelah proses serah terima, kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya dan dilakukan pergantian bendera atau reflagging dari Italia menjadi Indonesia.
Kapal sepanjang sekitar 180,2 meter dengan bobot sekitar 13.850 ton itu sebelumnya merupakan kapal induk Angkatan Laut Italia. Dalam rencana penggunaannya di Indonesia, kapal akan mengalami pembaruan atau refurbish untuk menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik operasi TNI AL.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa kapal tersebut akan dimodifikasi agar dapat mendukung operasi helikopter dan drone, termasuk untuk kepentingan operasi militer selain perang, seperti penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan.
Disesuaikan dengan Kondisi Laut Indonesia
Kehadiran kapal induk tersebut juga tidak berarti Indonesia akan menggunakan kapal sebagaimana konfigurasi awalnya ketika masih menjadi bagian dari armada Italia.
TNI AL akan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan operasional dan karakteristik wilayah perairan Indonesia. Modernisasi tersebut menjadi bagian dari upaya agar kapal dapat menjalankan fungsi yang relevan dengan kebutuhan pertahanan sekaligus mendukung operasi kemanusiaan.
Sebelumnya, KSAL juga menyebutkan bahwa kapal tersebut untuk sementara akan ditempatkan dalam struktur Satuan Kapal Bantu (Satban). Ke depan, TNI AL masih mempertimbangkan struktur organisasi yang paling tepat, termasuk kemungkinan pembentukan satuan khusus untuk mengoperasikan kapal induk.
Dengan dipilihnya Teluk Ratai sebagai salah satu pangkalan, Lampung kini menjadi bagian penting dari rencana pengoperasian kapal induk pertama Indonesia. Faktor kedalaman perairan, akses navigasi, perlindungan geografis, serta kebutuhan operasional menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi tersebut.
*
(Sumber: Sebagian berita dikutip dari Tribun Video)