Tingkatkan Kompetensi Guru, SMP Al-Azhar 38 Wonosari Gelar Capacity Building Bersama Dr. Mustolikh Khabibul Umam

0
Tingkatkan Kompetensi Guru, SMP Al-Azhar 38 Wonosari Gelar Capacity Building Bersama Dr. Mustolikh Khabibul Umam - www.swarnaberita.com

Foto: Dokumen Dr. Mustolikh Khabibul Umam, S.Pd.I., M.Pd.I.

GUNUNGKIDUL, SWARNABERITA.COM — Dalam upaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas sumber daya manusia pendidik, SMP Al-Azhar 38 Wonosari menyelenggarakan kegiatan capacity building bagi para guru secara daring pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Mustolikh Khabibul Umam, S.Pd.I., M.Pd.I., dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta, sebagai narasumber.

Pelaksanaan capacity building tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan profesionalisme guru agar mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Selain memperkuat kompetensi pendidik, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran serta membangun lingkungan pendidikan yang semakin unggul dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan memperoleh wawasan dan perspektif baru dalam menjalankan peran sebagai pendidik, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di lingkungan SMP Al-Azhar 38 Wonosari.

Direktur/Manager Al-Azhar Islamic Boarding School (AAIBS) Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Fathul Mujib, M.Pd.I., Gr., dalam testimoni yang diusulkan untuk dikonfirmasi, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari penguatan kualitas para guru.

“Guru merupakan salah satu kunci utama dalam menentukan mutu pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru harus menjadi perhatian berkelanjutan. Melalui kegiatan capacity building ini, kami berharap para guru semakin termotivasi untuk mengembangkan diri, memperkaya wawasan, serta menghadirkan proses pembelajaran yang inspiratif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik,” demikian draf pernyataan Fathul Mujib.

Ia juga diharapkan menegaskan bahwa pengembangan kompetensi pendidik tidak cukup dilakukan sekali, tetapi perlu menjadi budaya yang tumbuh di lingkungan sekolah. Guru dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, kehadiran Dr. Mustolikh Khabibul Umam sebagai narasumber memberikan ruang bagi para guru untuk memperluas perspektif akademik dan profesional dalam menjalankan tugas pendidikan. Kolaborasi dengan kalangan akademisi juga menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara teori pendidikan dan praktik pembelajaran di sekolah.

Kegiatan capacity building ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pengembangan sumber daya manusia semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari.

Dengan penguatan kompetensi yang berkelanjutan, SMP Al-Azhar 38 Wonosari diharapkan semakin mampu membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi para peserta didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *