Kiai Mudrik Qori Resmi Diwisuda sebagai Doktor UMM, Jadi Inspirasi Santri Al-Ittifaqiah
Kiai Mudrik Qori saat diwisuda oleh Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. - Foto: Istimewa
MALANG, SWARNABERITA.COM – Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mudir ‘Aam Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, Dr. Drs. KH. Mudrik Qori, M.A., resmi menyandang gelar doktor setelah mengikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123 Periode III Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (22/9/2026).
Prosesi wisuda tersebut menjadi puncak perjalanan akademik Kiai Mudrik Qori setelah sebelumnya berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Pendidikan Islam UMM pada Selasa, 27 Juli 2026.
Dalam ujian tersebut, Kiai Mudrik Qori mengangkat disertasi berjudul “Model Pembelajaran Nagham Al-Qur’an Syekh Musthafa Ismail di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan.”
Penelitian tersebut mengkaji model pembelajaran Nagham Al-Qur’an Syekh Musthafa Ismail yang berkembang di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah. Kajian ini sekaligus memperkuat perhatian akademik terhadap tradisi pembelajaran seni baca Al-Qur’an yang telah menjadi bagian penting dalam pendidikan pesantren.
Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123 UMM dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. Prosesi tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya di UMM.
Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, keberhasilan Kiai Mudrik Qori meraih gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademik pribadi. Perjalanan tersebut menjadi pesan bahwa usia, kesibukan, maupun tanggung jawab dalam mengelola lembaga pendidikan bukanlah alasan untuk berhenti menuntut ilmu.
Sebagai Mudir ‘Aam Al-Ittifaqiah, Kiai Mudrik Qori selama ini memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan pendidikan pesantren. Di tengah kesibukannya tersebut, ia tetap menyelesaikan pendidikan doktoralnya hingga berhasil meraih gelar doktor.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi keluarga besar Al-Ittifaqiah, khususnya para santri, untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pendidikan tidak mengenal batas usia. Kesibukan dan tanggung jawab juga tidak seharusnya menjadi penghalang untuk terus belajar,” menjadi pesan yang tercermin dari perjalanan akademik Kiai Mudrik Qori.
Selain memimpin Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, Kiai Mudrik Qori juga tercatat sebagai Dosen Universitas Al-Qur’an Al-Ittifaqiah (UQI) Indralaya. Dengan diraihnya gelar doktor, kehadirannya di lingkungan akademik UQI diharapkan semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia serta pengembangan pendidikan tinggi berbasis Al-Qur’an di lingkungan Al-Ittifaqiah.
Gelar doktor yang kini disandang Kiai Mudrik Qori menjadi tambahan energi bagi pengembangan pendidikan pesantren, sekaligus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan keilmuan Al-Qur’an dan pendidikan Islam.
Bagi para santri Al-Ittifaqiah, perjalanan tersebut memberikan teladan bahwa menjadi pengasuh pesantren dan menjalankan berbagai tanggung jawab kelembagaan tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.