Di Balik Seragam Satpam, Khoirul Anam Ukir Prestasi Akademik hingga Cetak Rekor MURI
Jakarta, Swarnaberita.com — Di balik tugasnya menjaga keamanan sebuah bank di kawasan Jakarta Utara, tersimpan kisah inspiratif yang jauh dari dugaan banyak orang. Seorang satpam muda ternyata memiliki jejak prestasi akademik yang luar biasa, lengkap dengan gelar pendidikan tinggi dan puluhan karya ilmiah.
Ia adalah Khoirul Anam (28), petugas satuan pengamanan di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok. Setiap hari, Anam tampil dengan seragam kuning khas satpam, menyambut dan mengarahkan nasabah. Namun di balik peran itu, ia telah mengantongi satu gelar magister, dua gelar sarjana, serta belasan karya ilmiah yang dipublikasikan secara nasional dan internasional.
Anam tercatat telah menyelesaikan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Tak berhenti di sana, ia juga menempuh dua pendidikan sarjana di bidang yang berbeda. Gelar S1 Manajemen diraihnya dari Universitas Pamulang melalui kelas karyawan sejak 2019. Sementara gelar sarjana lainnya diperoleh dari Program Studi Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul Ulum, Lampung Tengah.
Menjalani pendidikan tinggi sembari bekerja sebagai satpam bukan perkara mudah. Anam mengakui, tantangan terbesarnya adalah mengatur waktu antara tugas pekerjaan dan kewajiban akademik.
“Kesulitannya paling di pengelolaan waktu. Kadang harus mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan penelitian,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Di tengah keterbatasan waktu, produktivitas Anam justru tak surut. Ia aktif menulis dan melakukan penelitian, bahkan di sela-sela jam kerja. Hingga kini, delapan buku ber-ISBN telah berhasil ia terbitkan dan terdaftar di Perpustakaan Nasional. Selain itu, tiga buku lainnya masih dalam proses penulisan melalui program kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan lewat skema Dana Indonesiana.
“Untuk karya buku, yang sudah terbit sekitar delapan judul, dan tiga buku lagi sedang saya kerjakan,” kata Anam.
Tak hanya menulis buku, Anam juga konsisten menghasilkan karya ilmiah. Sebanyak 13 artikel ilmiah telah dipublikasikannya di jurnal nasional dan internasional. Dua karya lainnya diserahkan ke kampus sebagai bagian dari penyelesaian skripsi dan tesis.
Atas pencapaian tersebut, nama Khoirul Anam tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan jumlah karya ilmiah terbanyak. Penghargaan itu diterimanya pada Jumat (30/1/2026).
Meski meraih banyak prestasi, perjalanan akademik Anam tak lepas dari kendala, terutama soal pendanaan. Ia mengakui, biaya publikasi jurnal bereputasi cukup tinggi dan menjadi tantangan tersendiri.
“Jujur dari sisi pendanaan publikasi memang berat. Baik jurnal maupun buku itu perlu biaya,” ungkapnya.
Keterbatasan tersebut membuatnya harus menyesuaikan pilihan media publikasi dengan penghasilannya sebagai satpam. Meski begitu, Anam tetap menyimpan harapan agar suatu hari karya-karyanya dapat terbit di jurnal bereputasi tinggi.
“Sangat ingin karya saya bisa terakreditasi Sinta 2 atau Sinta 3, atau bahkan Scopus. Tapi untuk saat ini, dari sisi biaya saya belum mampu,” ujarnya.
Di balik kesibukannya menulis dan meneliti, Anam tetap menjalani tugasnya seperti biasa. Ia berjaga di pintu masuk BRI Tanjung Priok, menyapa nasabah dengan ramah dan melayani sesuai kebutuhan.
Perjalanan hidup Anam sendiri sarat liku. Ia merantau dari Kabupaten Tanggamus, Lampung, ke Jakarta pada 2018 dengan bekal dana hanya Rp1 juta.
“Saya nekat merantau dari Lampung ke Jakarta hanya dengan modal Rp1 juta untuk bertahan hidup,” kenangnya.
Di tahun yang sama, Anam sempat mengalami sakit berat hingga koma. Kondisi tersebut bahkan membuat keluarganya pesimis akan peluang hidupnya. Namun pengalaman itu justru menjadi titik balik dalam kehidupannya.
“Dari sakit itu muncul motivasi. Saya merasa diberi umur kedua dan harus menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Kini, Khoirul Anam bertekad untuk terus melanjutkan pendidikan dan menulis karya ilmiah. Ia menyimpan cita-cita besar untuk suatu hari menjadi seorang pengajar dan mengabdikan ilmunya bagi dunia pendidikan.
*
Sumber: TribunTrends
Foto: Instagram @khoirula6_86
