Ketua MA RI Kunjungi Pesantren Al-Ittifaqiah, Motivasi Santri Jadi Penegak Keadilan Berintegritas

Indralaya, Swarnaberita.com – Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya menerima kunjungan silaturahmi Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus D Tanjung Lubuk tersebut disambut langsung oleh Mudir ‘Am Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, Drs. KH. Mudrik Qori, MA, bersama jajaran pimpinan dan civitas pesantren.

Kunjungan ini mengusung tema “Santri sebagai Kader Penegak Keadilan yang Berintegritas dan Terpercaya Menuju Indonesia Emas 2045”. Kehadiran Ketua MA RI menjadi momen istimewa bagi keluarga besar pesantren, sekaligus mencerminkan sinergi antara lembaga yudikatif dan institusi pendidikan pesantren dalam menanamkan nilai keadilan, integritas, dan moralitas kebangsaan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kunjungan tokoh nasional tersebut. Kehadiran Ketua MA RI diharapkan mampu memberikan inspirasi, motivasi, serta memperluas wawasan kebangsaan para santri dan sivitas akademika.

Dalam sambutannya, Prof. Sunarto mendorong para santri agar tidak membatasi mimpi dan cita-cita mereka pada kondisi saat ini. Ia mengingatkan bahwa masa depan seseorang tidak pernah bisa ditebak hanya dari posisi hari ini.

“Sekarang kalian adalah santri, tetapi 20 atau 30 tahun ke depan kita tidak pernah tahu akan menjadi apa. Saya pun, ketika seusia kalian, tidak pernah membayangkan akan berada di posisi seperti sekarang,” ujarnya.

Ketua MA RI juga menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus selalu dibarengi dengan iman dan akhlakul karimah. Menurutnya, ilmu tanpa landasan iman dan akhlak tidak akan membawa manfaat yang hakiki.

“Ilmu saja tidak cukup. Ia harus disertai iman dan akhlakul karimah. Tanpa itu, ilmu tidak akan membawa kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan keterbatasan akal dan nalar manusia. Karena itu, ilmu perlu disandingkan dengan keyakinan kepada Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Menentukan perjalanan hidup manusia.

Ketua MA RI Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. dan Mudir ‘Aam Pesantren Al-Ittifaqiah

“Jika hanya mengandalkan akal dan nalar, itu sangat terbatas. Maka harus ada iman dan keyakinan bahwa ada kekuatan Maha Besar yang menakdirkan seseorang menempati posisi apa pun, baik formal maupun informal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sunarto juga berpesan bahwa tugas utama santri adalah memantaskan diri untuk masa depan, tanpa mempersoalkan profesi atau jabatan yang kelak akan dijalani.

“Tugas ananda santri adalah memantaskan diri, agar siap menduduki jabatan apa pun dan menjalani profesi apa pun di masa depan,” pesannya.

Ia pun mendorong para santri untuk terus menuntut ilmu dan menjaga integritas sebagai fondasi utama dalam penegakan keadilan.

“Galilah ilmu sebanyak mungkin dan jagalah integritas. Insyaallah kalian akan sukses, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Ketua MA RI menyatakan keyakinannya bahwa santri akan tampil sebagai kader penegak keadilan dan pemimpin bangsa yang amanah di masa mendatang.

“Saya yakin ananda santri akan tumbuh menjadi pemimpin bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah menegaskan komitmennya sebagai Kampus Rahmatan lil ‘Alamin yang tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kesadaran hukum, etika, dan keadilan sosial di tengah masyarakat.

Kunjungan Ketua Mahkamah Agung RI ini dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pesantren dan lembaga negara, sekaligus meneguhkan peran strategis pesantren dalam mencetak generasi santri yang berilmu, beriman, berakhlak, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *