Wakil Ketua STAI Yogyakarta Serukan Doa Nasional untuk Santri Al-Khoziny yang Terjebak Reruntuhan
Yogyakarta, Swarnaberita.com – Tragedi yang menimpa santri Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat perhatian mendalam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta, Hudan Mudaris, yang menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya dalam wawancara bersama redaksi Swarnaberita.com.
“Saya benar-benar sedih mendalam dan prihatin atas tragedi yang menimpa para santri di pesantren Sidoarjo, di mana 38 santri masih belum diketahui nasibnya. Saya tidak bisa membayangkan betapa cemas dan sedihnya mereka yang masih terperangkap di dalam reruntuhan,” ungkap Hudan, dengan nada penuh keharuan.
Ia berharap agar para korban masih dapat bertahan hidup dan segera mendapatkan pertolongan dari tim penyelamat. Hudan juga mengingatkan pengalaman serupa yang pernah mengguncang dunia pada tahun 2010, ketika 33 karyawan tambang di Chile terperangkap dalam reruntuhan. Saat itu, Presiden Chile, Sebastian Piñera, turun langsung memimpin proses evakuasi, dan seluruh rakyat Chile bersatu dalam doa nasional selama berhari-hari hingga para korban berhasil diselamatkan.
“Menurut saya, saat inilah momentum yang tepat untuk kita menggelar doa nasional bagi keselamatan 38 santri yang masih terjebak. Semoga pihak otoritas keamanan dapat segera menemukan solusi profesional dalam proses evakuasi, sehingga semua korban bisa diselamatkan dengan selamat,” tambahnya.
Hudan menutup pernyataannya dengan menyerukan solidaritas dan empati dari seluruh elemen bangsa. Ia menilai doa bersama dan dukungan moral akan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi bencana ini.
