Tapak Suci PP Raudhatul Ulum Sakatiga Borong Medali di Banten Pusaka Silat Nasional 2026
Banten, Swarnaberita.com — Kontingen Pencak Silat Tapak Suci Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Pimda 240 Ogan Ilir, kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang Banten Pusaka Silat Tingkat Nasional 2026, para santri sukses membawa pulang sejumlah medali dari kejuaraan bergengsi tersebut.
Kejuaraan nasional ini digelar di GOR Persinas ASAD, Munjul, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dan diikuti oleh berbagai kontingen dari seluruh Indonesia. Dalam ajang tersebut, sebanyak 28 santri PP Raudhatul Ulum Sakatiga turut ambil bagian sebagai atlet Tapak Suci.
Manajer tim, Muhamad Altof, M.Pd., K.Mdy, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari persiapan matang yang dilakukan secara intensif selama tiga bulan terakhir. Para santri menjalani latihan disiplin dan berkelanjutan di bawah bimbingan Ust. Mukmin Hamzah, S.Pd.I., P.Ma, Marta Pujiono, S.Kom.I., P.Ma, serta Coach M. Ilham Rosyid Riyadi, S.Kep., K.Ua.
“Alhamdulillah, kerja keras para santri selama masa persiapan mampu membuahkan hasil yang sangat membanggakan,” ujar Altof.
Prestasi istimewa diraih oleh Nouval Aji Kusuma, santri kelas VIII A MTs Raudhatul Ulum Sakatiga, yang dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Kategori Pra Remaja Putra dalam kejuaraan tersebut.
Secara keseluruhan, kontingen Tapak Suci PP Raudhatul Ulum Sakatiga berhasil mengoleksi medali dengan rincian sebagai berikut:
- Kategori Pra Remaja: 5 medali emas, 4 perak, dan 10 perunggu
- Kategori Remaja: 1 medali emas, 1 perak, dan 4 perunggu
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga selama ini dikenal sebagai salah satu pesantren unggulan di Sumatera Selatan yang konsisten mengembangkan minat dan bakat santri. Pengembangan tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga pada bidang olahraga, khususnya pencak silat Tapak Suci.
Kontingen Tapak Suci PP Raudhatul Ulum Sakatiga tercatat aktif mengikuti berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Para santri dibekali kemampuan keagamaan, keterampilan berdakwah, penguasaan bahasa asing, wawasan keilmuan yang luas, serta kemampuan bela diri yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
