Sekolah Sepi Tanpa Siswa di Sampang Diduga Tetap Terima Program MBG

Sampang, Swarnaberita.com – Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Sebuah Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan kondisi sekolah tanpa aktivitas belajar mengajar, namun disebut-sebut tetap menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari.

Sekolah yang dimaksud adalah SD Negeri Batuporo Timur 1, yang berlokasi di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Dalam rekaman video yang diunggah warganet, sekolah tersebut tampak sepi tanpa kehadiran satu pun siswa. Tidak terlihat adanya kegiatan pembelajaran sebagaimana mestinya.

Video tersebut juga memperlihatkan halaman sekolah yang dipenuhi rumput liar, menandakan minimnya aktivitas rutin. Di dalam ruang kelas, sejumlah guru justru tampak bersantai, ada yang sedang menikmati kopi, bahkan terlihat berjoget mengikuti alunan musik.

“Tidak pernah ada aktivitas belajar mengajar di sini. Tidak ada satu siswa pun,” ujar perekam video dalam rekaman yang beredar luas.

Yang memicu kemarahan publik, sekolah tersebut disebut tetap menerima distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara rutin setiap hari. Padahal, program tersebut bersumber dari dana negara dan ditujukan khusus untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik.

Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat. Jika tidak ada siswa, kepada siapa makanan bergizi tersebut disalurkan? Siapa yang mengonsumsi? Apakah program tersebut benar-benar tepat sasaran atau justru berpotensi disalahgunakan?

Warganet menilai kasus ini tidak sekadar persoalan sekolah tanpa murid, melainkan sudah mengarah pada dugaan pemborosan anggaran hingga potensi kerugian negara. Mereka mendesak agar pihak terkait segera melakukan klarifikasi dan investigasi menyeluruh.

Sejumlah pertanyaan pun mengemuka, mulai dari lemahnya pengawasan hingga peran dinas pendidikan dan pengelola program MBG. Publik mempertanyakan apakah kondisi sekolah tersebut sudah diketahui oleh instansi berwenang dan berapa lama praktik seperti ini berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang maupun pihak pengelola Program Makan Bergizi Gratis terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap aparat pengawas dan penegak hukum segera turun tangan untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program yang menyangkut kepentingan publik dan masa depan pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *