Puan: Penyaluran Bantuan Lewat Udara Tidak Manusiawi
Swarnaberita.com — Penyaluran bantuan logistik untuk korban bencana di Sumatera yang dilakukan dengan cara melempar paket dari helikopter menuai sorotan tajam dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani. Ia menilai metode tersebut tidak manusiawi dan perlu segera dievaluasi, Rabu (04/12).
Puan menyampaikan bahwa meski akses darat banyak yang terputus akibat banjir dan longsor di Aceh, pemerintah tetap harus menjaga martabat para korban dalam proses distribusi bantuan. “Cara pemberiannya mungkin dianggap kurang efektif atau kurang baik. Karena itu juga perlu dievaluasi yang sebaik-baiknya,” ujar Puan.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan bantuan yang dikirim tetap layak dan bisa dimanfaatkan oleh pengungsi. “Jangan sampai bantuan yang datang kemudian tidak bisa bermanfaat bagi para korban. Ini yang sebaiknya kita pikirkan,” tambahnya.
Terkait desakan publik untuk menetapkan status Bencana Nasional, Puan menyebut pemerintah dan DPR RI telah mendengar aspirasi tersebut dan saat ini tengah melakukan kajian mendalam sambil terus fokus pada penanganan darurat. “Hari ini kita fokus untuk bisa memberikan bantuan secara efektif,” jelasnya.
Puan memastikan komunikasi antara pemerintah dan DPR RI berjalan intensif untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat terdampak. “Insyaallah kita selalu berkomunikasi untuk bersinergi agar mendapatkan jalan terbaik dalam menuntaskan bencana ini,” tutupnya.
Sementara itu, sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan ketidakwajaran dalam proses pembagian bantuan dari udara tersebut. Beberapa paket bantuan tampak rusak, bahkan ada yang isinya tercecer, sehingga memicu kritik publik terhadap metode distribusi tersebut.
