Prabowo Ingatkan lulusan S3 untuk Gunakan Ilmu Demi Bangsa, saat resmikan 26000 KPR Bersubsidi
Bogor, Swarnaberita.com — Presiden Prabowo Subianto meresmikan 26.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Senin (29/9/2025). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan pesan penting kepada para lulusan S3, akademisi dan profesor Indonesia agar menggunakan ilmu pengetahuan dan kepintarannya demi kepentingan bangsa.
Prabowo menegaskan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia adalah sistem ekonomi yang masih menyebabkan kekayaan bangsa lebih banyak mengalir ke luar negeri ketimbang tinggal di dalam negeri.
“Dengan kita selamatkan kekayaan kita, secara sistemik. Jadi saya minta kepada profesor-profesor yang pintar-pintar, gunakan kepintaranmu untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. Pelajari, yakini, analisa,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Menurutnya, sudah lebih dari dua dekade Indonesia menghadapi kondisi di mana dana dan kekayaan nasional lebih banyak terserap keluar. Hal ini, kata Prabowo, harus segera diubah melalui perbaikan sistem yang dirancang oleh para pakar dan intelektual tanah air.
Dorongan untuk Para Akademisi
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut sejumlah tokoh yang hadir, termasuk kalangan profesor, doktor, hingga pejabat tinggi negara dengan gelar akademik S3. Ia menegaskan, dengan sumber daya manusia yang mumpuni, bangsa Indonesia seharusnya mampu memperbaiki sistem ekonomi dan kebijakan nasional.
“Begitu banyak S3, kalau tidak bisa memperbaiki sistem, kelewatan. Ini adalah salah sistem. Kenapa? Karena mungkin bangsa Indonesia adalah bangsa yang terlalu baik,” tegasnya.
Prabowo juga menyinggung fenomena banyaknya pakar Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, terutama di Barat. Menurutnya, ada kecenderungan masyarakat Indonesia terlalu mudah mengagumi bangsa asing tanpa bersikap kritis terhadap sistem yang mereka terapkan.
“Barat itu unggul dan jago dalam menjajah bangsa lain. Mereka unggul dalam imperialisme. Jadi kalau kita ke sana belajar, ya kita harus waspada. Tidak semua yang diajarkan harus kita laksanakan,” ungkapnya.
Pesan Kebangsaan
Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak mengajak masyarakat untuk curiga atau membenci bangsa lain. Namun ia mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak bersikap naif dengan berpikir bahwa bangsa lain akan berbaik hati membantu tanpa kepentingan.
“Jangan mengira bangsa lain kasihan sama kita. Itu sangat naif. Mereka pasti memikirkan dirinya sendiri. Jangan mengira kita akan dikasihani, tidak,” katanya menegaskan.
Acara peresmian akad massal 26.000 KPR bersubsidi ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam upaya memperluas akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, pesan kebangsaan Prabowo di hadapan para akademisi dan pejabat tinggi negara diharapkan dapat menjadi pengingat penting mengenai peran ilmu pengetahuan dalam memperkuat kemandirian bangsa.
