Mahasiswa STAI Yogyakarta Ikut Program Magang PRIMA Kemenag: Umi Zurqidah Siap Menjadi Jembatan Ekonomi Syariah dan Dunia Industri
Gunungkidul, Swarnaberita.com — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) telah meluncurkan Program PRIMA (Peningkatan Relevansi, Inovasi, dan Mutu Akademik) Magang, sebagai upaya strategis menjembatani mahasiswa PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) dengan dunia kerja dan industri. Program ini menjadi angin segar bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi, memperluas jejaring, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan profesional.
Salah satu peserta terpilih dalam program bergengsi ini adalah Umi Zurqidah, mahasiswi semester 5 Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari kampusnya yang berhasil lolos seleksi dan saat ini tengah menjalani magang di PT. Jaminan Produk Halal Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjaminan dan edukasi produk halal nasional.
“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan magang selama 5 bulan ke depan. Baru satu bulan berjalan, saya sudah merasakan banyak manfaat dan ilmu yang sangat berharga. Saya berjanji tidak akan menyia-nyiakan waktu ini untuk terus belajar dan mengasah skill serta kompetensi saya. Harapan besar saya, semoga saya lebih siap dan percaya diri untuk terjun ke dunia kerja nantinya,” ungkap Umi dengan penuh semangat.
Selama masa magang, Umi aktif terlibat dalam berbagai kegiatan strategis perusahaan, antara lain Pemetaan produk halal di berbagai sektor UMKM, Edukasi dan pendampingan proses sertifikasi halal, Pendampingan Proses Produk Halal (PPH) bersama pelaku usaha, Sosialisasi dan edukasi wakaf produktif dan Penguatan literasi ekonomi syariah di komunitas dan lembaga pendidikan
Keterlibatan aktif Umi dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmennya untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong kesadaran halal dan penguatan ekonomi umat berbasis syariah.
Program PRIMA Magang yang akan berlangsung selama 6 bulan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu akademik dengan praktik dunia kerja, serta memperkuat sinergi antara kampus dan industri. Umi sendiri berharap pengalamannya ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani bermimpi, berjuang, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan umat.
