Literasi AI dan Big Data Jadi Sorotan Seminar Perpustakaan STAI Yogyakarta

Gunungkidul, Swarnaberita.com — Pengelola Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta menggelar Seminar Literasi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Perpustakaan dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Muhammad Nurul Mubin, M.Pd., Staf Rumah Jurnal FTIK UIN Sunan Kalijaga, serta Nasrul Wahid, S.IP., Pustakawan Ahli Muda Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY. Kegiatan ini dimoderatori oleh Eni Latifah, M.Hum., Kepala Perpustakaan STAI Yogyakarta.

Dalam pembukaannya, Nasrul Wahid menyinggung tingginya jumlah pengguna internet dan media sosial yang berdampak langsung pada pola konsumsi informasi masyarakat. Ia memaparkan empat pokok bahasan utama, yaitu konsep Big Data, Artificial Intelligence, sinergi Big Data dan AI, serta dampaknya lintas industri. Menurutnya, era digital ditandai oleh ledakan data yang menjadikan Big Data dan AI sebagai pilar utama transformasi digital.

Nasrul menekankan pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus data digital dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa Big Data dan AI memiliki hubungan yang saling menguatkan, di mana Big Data berperan sebagai bahan baku, sementara AI mengolah data tersebut menjadi analisis, prediksi, dan dasar pengambilan keputusan. Sinergi keduanya, lanjut Nasrul, telah memberi dampak luas di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, keuangan, dan layanan publik.

Peserta Seminar Literasi AI dan Big Data di STAI Yogyakarta

Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan serius di ruang digital, mulai dari hoaks, jejak digital, cyberbullying, hingga persoalan etika digital. Oleh karena itu, mahasiswa dan masyarakat akademik dituntut memiliki kemampuan menentukan kebutuhan informasi, mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis serta bertanggung jawab agar tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, narasumber kedua, Muhammad Nurul Mubin, mengangkat tema “Menulis dengan Artificial Intelligence: Peluang dan Tantangan dalam Era AI Generatif.” Dalam paparannya, Mubin menjelaskan bahwa AI generatif merupakan teknologi yang mampu menghasilkan berbagai bentuk konten, seperti teks, gambar, audio, dan video. Teknologi ini, menurutnya, membuka peluang besar dalam riset dan penulisan ilmiah, terutama untuk membantu proses brainstorming ide, penyusunan kerangka tulisan, penyuntingan bahasa, hingga pemahaman literatur.

Meski demikian, Mubin menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebatas alat bantu, bukan penulis maupun pengambil keputusan ilmiah. Ia juga mengingatkan sejumlah risiko etis, seperti potensi plagiarisme, bias data, ketidakakuratan informasi, serta persoalan hak kekayaan intelektual dan privasi. Karena itu, penggunaan AI di dunia akademik harus dilakukan secara bijak, transparan, dan bertanggung jawab, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang memegang kendali penuh atas validitas dan tanggung jawab ilmiah karya yang dihasilkan.

Peserta Seminar Literasi AI dan Big Data di STAI Yogyakarta

Ketua STAI Yogyakarta Dr. Diyah Mintasih, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus kebutuhan baru bagi dosen dan mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap disertai dengan penguatan etika akademik.

Seminar ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa STAI Yogyakarta dan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Aula Lantai 2 Kampus STAI Yogyakarta, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

*

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta menerima pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027, informasi pendaftaran silahkan kunjungi www.staiyogyakarta.ac.id atau datang ke sekretariat PMB STAI Yogyakarta Jl. Ki Ageng Giring, Bansari, Kepek, Kec. Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55813.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *