Ketua BEM STAI Yogyakarta Lolos Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS) 2025
Gunungkidul, Swarnaberita.com – Semangat muda dan visi kepemimpinan kembali bergaung dari kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta. Fauzi Imamuddin, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Yogyakarta, berhasil lolos dalam ajang bergengsi Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS) 2025, sebuah program pembinaan mahasiswa tingkat nasional yang digagas oleh Kementerian Agama RI.
AKMINAS hadir sebagai wadah strategis bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) untuk mengasah kemampuan kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai moderasi beragama, kebangsaan, dan keberagaman. Program ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agent of change — penggerak perubahan dan calon pemimpin bangsa di masa depan.
Wakil Rektor III STAI Yogyakarta, H. Hudan Mudaris, M.S.I., menyambut bangga keterlibatan mahasiswa kampusnya dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa AKMINAS menjadi jawaban atas berbagai tantangan era digital saat ini.
“Program ini hadir sebagai respon terhadap derasnya arus informasi digital, penyebaran hoaks, hingga meningkatnya polarisasi sosial. Karena itu, mahasiswa PTK tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral, spiritual, dan sosial,” ujarnya saat dihubungi Selasa pagi (14/10).
AKMINAS 2025 dirancang untuk melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, moderat, visioner, serta siap menjaga persatuan di tengah kemajemukan bangsa. Selama pelatihan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan menarik dan edukatif, seperti kuliah umum, in-class training, workshop, FGD, outbound leadership, hingga dialog kebangsaan dan keberagaman.
Menariknya, di penghujung program setiap peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk nyata implementasi kepemimpinan di kampus masing-masing.
Melalui AKMINAS, Kementerian Agama berharap lahir generasi mahasiswa PTK yang tidak hanya aktif di lingkungan akademik, tetapi juga menjadi duta perubahan, motor penggerak keberagaman, serta pemimpin masa depan yang adil, inklusif, dan berdaya saing global.