Dosen STAI Yogyakarta Ubah Barang Lawas Jadi Karya Bernilai Tinggi di Rumah Huki Sleman

Sleman, Swarnaberita.com – Di tangan kreatif Hudan Mudaris, barang lawasan yang bagi sebagian orang hanya layak dijadikan kayu bakar justru disulap menjadi karya bernilai tinggi. Melalui Rumah Huki yang berlokasi di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta ini membuktikan bahwa kekuatan visi dan gagasan mampu melahirkan bangunan hijau yang otentik sekaligus berkelanjutan.

Bangunan Rumah Huki menjadi contoh nyata perpaduan antara estetika, keberlanjutan, dan kearifan lokal. Hampir seluruh material yang digunakan berasal dari bahan lawasan atau hasil produksi pengrajin kecil. Kayu jati tua yang didatangkan dari Pacitan dijadikan jendela, sementara papan mahoni lawasan asal Blora disulap menjadi dinding yang kokoh namun tetap hangat dipandang. Pintu handmade bergaya lawasan menambah kesan klasik, berpadu serasi dengan usuk bambu setangkep hasil produksi pengrajin UMKM lokal.

Tak berhenti di situ, plafon bambu ramah lingkungan menjadi elemen utama yang memperkuat konsep bangunan hijau, sementara perpaduan dinding kaca, papan, dan bata merah memberikan karakter khas pada setiap sudut rumah. Semua elemen tersebut disusun dengan ketelitian dan rasa cinta terhadap alam, menjadikan Rumah Huki bukan sekadar tempat tinggal, tetapi karya seni hidup yang mencerminkan nilai-nilai keberlanjutan.

Menurut Hudan, proses menciptakan karya dari material bekas membutuhkan ketekunan dan kesabaran luar biasa. “Desain yang sederhana dan otentik justru menciptakan ceruk pasar yang spesifik. Jumlahnya mungkin terbatas, tapi berkahnya besar. Para kreator tidak pernah kehabisan kesibukan, bahkan sebelum produk jadi, sudah ada yang memesan dari lokasi lain,” ujarnya.

Melalui Rumah Huki, Hudan mengajarkan nilai keberlanjutan, kemandirian, dan keberkahan dalam berkarya. Ia menegaskan bahwa setiap benda memiliki potensi untuk dihidupkan kembali dengan sentuhan kreativitas dan ketulusan niat.

Kisah Hudan Mudaris menjadi inspirasi bahwa keberhasilan bukan hanya soal keuntungan materi, tetapi tentang bagaimana menjadikan sesuatu yang dianggap tak berharga menjadi berkah dan manfaat bagi banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *