Daluti Delima, dosen STAI Yogyakarta ajak Siswa MI YAPPI Bansari Stop Bullying: “Kawan Bukan Lawan!
Gunungkidul, Swarnaberita.com – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter anak bangsa melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) YAPPI Bansari, Gunungkidul, Jumat (10/10/2025).
Dengan mengusung tema “Kawan Bukan Lawan: Stop Bullying di Sekolah”, kegiatan ini menghadirkan Ibu Daluti Delima, M.Pd.I., dosen PGMI STAI Yogyakarta, sebagai narasumber. Sebanyak 80 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 mengikuti acara dengan penuh semangat.

Acara dibuka oleh Bapak Labib Junaidi, S.Pd.I., guru MI YAPPI Bansari, dan dipandu oleh Hetty Anggita Sari selaku moderator. Dalam pemaparannya, Ibu Daluti menyampaikan pentingnya menumbuhkan rasa empati, tolong-menolong, dan menghargai teman sebagai pondasi untuk mencegah terjadinya perundungan di sekolah.
“Anak-anak perlu belajar memahami perasaan orang lain. Jangan biarkan teman merasa sendirian atau takut. Bersahabatlah, saling bantu, dan jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk merendahkan,” tutur Daluti dengan hangat di hadapan para siswa.

Sementara itu, Labib Junaidi menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai materi yang dibawakan sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter di sekolah dasar.
“Kami sangat berterima kasih kepada STAI Yogyakarta. Anak-anak jadi lebih peka terhadap teman dan memahami bahwa bullying bukan hal yang bisa dianggap biasa,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa PPL, Hetty Anggita Sari, juga mengaku bangga bisa berkontribusi langsung dalam kegiatan ini.
“Kami belajar bukan hanya menjadi calon guru, tapi juga pendidik yang menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan PKM ini, kolaborasi antara dosen dan mahasiswa PGMI STAI Yogyakarta menjadi bukti nyata peran kampus dalam mencetak calon guru yang peduli, berkarakter, dan berdaya sosial tinggi, serta menebar semangat “Stop Bullying” di lingkungan pendidikan dasar.
