Bagaimana Kesiapan Kebumen Menuju Generasi Emas 2045?

Pendidikan sekolahan merupakan tonggak penting bagi suatu bangsa Indonesia dalam bernegara karena di sekolah dapat membentuk karakter kebangsaan yang cinta terhadap tanah air dan mengetahui cara bernegara yang benar sesuai aturan maka dari itu tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pengertiannya, pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk kepribadian tangguh yang sesuai dengan identitas bangsa Indonesia. Memajukan dan menyejahterakan untuk masa yang akan datang, apalagi Indonesia di gadang menjadi generasi emas pada tahun 2045 menurut karena bonus demografi yang berarti populasi anak muda mendominasi di masyarakat seperti yang dinyatakan oleh Ahli demografi Ananta, Aris. (2016) menyatakan bahwa “bonus demografi merupakan peluang sekaligus tantangan.

Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerintah harus memastikan bahwa penduduk usia produktif memiliki akses yang baik ke pendidikan dan kesehatan serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kewirausahaan dan inovasi”. untuk mengetahui generasi emas perlu pada 2045 perlu dilihat kondisi fakta realitas khususnya yang memiliki salah satu faktor menuju generasi emas yaitu pendidikan di sekolah .

Ppada 6 Januari 2024 komunitas Kebumen mengajar datang ke SDN 1 Selogiri yang bertepatan di Situmbu, Selogiri, Kec. Karanggayam, Kab. Kebumen untuk mengobservasi kegiatan mengajar oleh relawan yang bergabung dalam komunitas Kebumen mengajar dengan sambutan hangat oleh kepala sekolah dan menceritakan kondisi keadaan fasilitas yang belum terpenuhi secara kegiatan mengajar yang di lakukan setiap hari mulai dari kursi siswa siswi yang kurang nyaman yang ada di kelas, serta kekurangan guru yang merupakan hal penting, karena Guru adalah seseorang yang memberikan tuntunan, pendidikan, dan pengajaran kepada murid-muridnya agar mereka dapat menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Guru juga diibaratkan sebagai sosok yang “tut wuri handayani” di belakang memberi dorongan) dan “ing ngarsa sung tuladha” di depan memberi contoh. Ki Hajar Dewantara (1922). Hal ini guru merupakan hal penting untuk para siswa siswi mendapatkan hasil ilmu yang harus diberikan dalam pembelajaran untuk Siswa Siswi SDN 1 Selogiri ,bukan hanya terjadi di SDN 1 Selogiri saja masih banyak sekolah lainnya yang ada di Kebumen merasakan ketertinggalan dalam hal fasilitas yang pernah di datangi oleh komunitas Kebumen mengajar ujar pengurus komunitas Kebumen mengajar.

Dengan masih banyaknya kekurangan dalam lingkungan pendidikan sekolahan, seharusnya Bupati dan pemerintah daerah Kebumen bukan hanya membangun keindahan di tengah kota Kebumen seperti alun-alun kota, tapi seharusnya menciptakan kenyamanan dalam pembelajaran di sekolah yang ada di Kebumen dalam wujud perbaikan fasilitas, serta bertanggung jawab atas kekurangan guru yang belum terpenuhi dalam sekolahan yang ada di Kebumen.

Hal ini diharapkan dapat dijadikan fokus perhatian terhadap siswa-siswi yang ada di Kebumen, serta mampu menyejahterakan dan memajukan Kebumen dengan bekal ilmu yang akan diraih saat sekolah, tanpa ada faktor hambatan fasilitas yang kurang memadai serta adanya proses transfer ilmu dari guru ke murid, dari titik ini sehingga mampu membangun dan menuju generasi emas 2045 yang bisa menjawab tantangan permasalahan yang ada di daerah maupun negara Indonesia.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *