Mahasiswi UII Gelar Program Cek Kesehatan Penyakit Tidak Menular di Gunungkidul

Gunungkidul, Swarnaberita.com – Ananda Capriati Cahayaningsih, mahasiswi Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu 3 September 2025. Dalam pengabdiannya, ia menginisiasi kegiatan Cek Kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) bagi warga sekitar, khususnya di Padukuhan Pringsanggar.

Program ini digagas sebagai respons atas tingginya kasus PTM di Indonesia, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, dan penyakit jantung. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi PTM terus meningkat akibat pola hidup tidak sehat, kurang olahraga, serta kebiasaan merokok. Ironisnya, sebagian besar PTM tidak menimbulkan gejala awal sehingga banyak masyarakat baru menyadari kondisinya ketika penyakit sudah memasuki fase lanjut.

“Deteksi dini sangat penting agar masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal. Dengan begitu, mereka bisa melakukan pencegahan maupun pengendalian risiko,” jelas Ananda.

Persiapan kegiatan diawali dengan observasi dan koordinasi bersama perangkat desa, dosen pembimbing, serta pihak Puskesmas Tepus. Tim KKN merancang alur pemeriksaan mulai dari registrasi, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pengecekan tekanan darah, hingga tes gula darah sewaktu. Tenaga kesehatan dari puskesmas dilibatkan langsung dalam pemeriksaan dan pemberian obat.

Sebelum pemeriksaan, warga mendapatkan sosialisasi mengenai penyakit kronis melalui presentasi interaktif. Materi meliputi definisi singkat, kadar normal hasil pemeriksaan, penyebab, gejala, serta langkah pencegahan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan sekaligus konsultasi dengan tenaga medis. Mereka juga mendapatkan obat bagi yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah di atas normal.

“Selain pemeriksaan, edukasi yang diberikan membuka wawasan warga tentang pentingnya pola makan sehat, olahraga teratur, dan cek kesehatan rutin,” kata salah seorang peserta.

Meski berjalan lancar, program ini menghadapi kendala, seperti keterbatasan alat medis dan waktu pelaksanaan yang singkat. Akibatnya, tidak semua warga dapat mengikuti pemeriksaan secara maksimal. Namun, data hasil pemeriksaan telah diserahkan kepada pihak puskesmas untuk ditindaklanjuti.

Ananda berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut dengan dukungan lebih besar dari tenaga kesehatan maupun pemerintah desa. “Kami ingin masyarakat semakin peduli pada kesehatannya dan menjadikan cek kesehatan sebagai kebiasaan rutin untuk mencegah risiko penyakit kronis,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *