Pondok Pesantren At-Tibyan Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru, Kuota Terbatas

Musi Banyuasin, Swarnaberita.com – Pondok Pesantren At-Tibyan resmi membuka pendaftaran santri dan santriwati baru untuk tahun ajaran 2026–2027. Menariknya, lembaga yang berlokasi di Desa Dawas/Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan ini membatasi jumlah penerimaan hanya 20 santri pada setiap jenjang.

Kebijakan pembatasan kuota tersebut menjadi penegasan komitmen pesantren dalam menjaga kualitas pendidikan, khususnya di bidang tahfidz Al-Qur’an dan pembinaan akhlak Islami. Di usia yang relatif muda, yakni baru dua tahun berdiri, At-Tibyan memilih untuk tetap selektif dan tidak berorientasi pada jumlah peserta didik semata.

Pengasuh Pondok Pesantren At-Tibyan, KH Syarofi Syarkowi, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah santri dilakukan agar proses pembinaan dapat berjalan lebih maksimal. “Jika jumlah santri terlalu banyak, perhatian akan terbagi. Kami ingin setiap anak mendapatkan bimbingan yang optimal dan terarah,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia mengibaratkan proses pendidikan seperti menanam tanaman, yang tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga kesungguhan dalam merawat setiap bibit agar tumbuh dengan baik.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an, terutama karena kekhawatiran orang tua terhadap pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman, pesantren dengan pendekatan tahfidz kini semakin diminati. Menyikapi hal tersebut, At-Tibyan tetap konsisten dengan prinsipnya, menjadikan pembatasan kuota sebagai upaya menjaga mutu pendidikan, bukan untuk mempersulit calon santri.

Selain menargetkan hafalan Al-Qur’an, pesantren ini juga menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya itu, Pondok Pesantren At-Tibyan juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyediakan program beasiswa penuh bagi anak yatim piatu dari berbagai daerah. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pesantren dalam memberikan akses pendidikan bagi semua kalangan, sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada umat.

Dengan konsep tersebut, At-Tibyan tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai ruang harapan bagi generasi muda. Keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Dari sisi kurikulum, pesantren ini juga mengembangkan pendekatan yang terpadu, tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan pembentukan karakter. Sikap konsisten dan selektif ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan berkualitas bagi putra-putrinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *