Iuran Dewan Perdamaian Trump Bisa Tembus Rp16,7 Triliun, APBN Terancam Tersedot?
Jakarta, Swarnaberita.com – Pemerintah Indonesia berpotensi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai partisipasi dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Purbaya mengungkapkan, apabila Indonesia memilih menjadi anggota permanen Dewan Perdamaian, diperlukan setoran dana sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp16,7 triliun. Menurutnya, sumber pembiayaan tersebut berpotensi berasal dari APBN.
“Saya pikir sebagian besar akan dari anggaran juga kan, dari APBN juga,” ujar Purbaya kepada awak media.
Meski demikian, ia menegaskan hingga saat ini pemerintah belum melakukan pembahasan mendalam terkait skema pembiayaan iuran tersebut. Kementerian Keuangan, kata Purbaya, masih menunggu arahan dan penugasan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
“Itu kami belum diskusikan. Pada suatu saat nanti Presiden akan memberi tugas ke saya,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi negara-negara yang diundang untuk membayar iuran guna bergabung dalam Dewan Perdamaian. Menurutnya, kontribusi dana tersebut bukanlah membership fee yang bersifat wajib.
“Ini bukan membership fee. Kalau kami lihat kronologinya, pembentukan Board of Peace ini merupakan upaya untuk menyelesaikan situasi di Gaza, khususnya Palestina, termasuk langkah-langkah rekonstruksi,” kata Sugiono dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, negara-negara yang diundang tetap berhak menjadi anggota Dewan Perdamaian selama tiga tahun tanpa harus menyetor dana apa pun. Adapun kontribusi sebesar 1 miliar dolar AS bersifat opsional dan berkaitan dengan status keanggotaan permanen.
“Enggak, enggak wajib. Semua negara yang diundang itu entitled menjadi member selama tiga tahun. Tapi kalau ikut berpartisipasi 1 miliar dolar, itu artinya menjadi anggota permanen,” pungkasnya.
