Harga Emas Tembus Rp3 Juta per Gram, Berapa Lama Idealnya Investasi Emas?
Swarnaberita.com – Harga emas kembali mencatatkan rekor. Pada perdagangan hari ini, harga emas dilaporkan menembus angka Rp3 juta per gram, memicu minat masyarakat untuk menjadikannya sebagai instrumen investasi. Tak hanya investor berpengalaman, lonjakan harga ini juga menarik perhatian investor pemula yang mencari investasi berisiko rendah.
Namun, di balik popularitasnya, masih banyak masyarakat yang keliru memahami karakter investasi emas. Tak sedikit yang berharap keuntungan besar dalam waktu singkat, padahal emas bukanlah instrumen yang dirancang untuk “cuan cepat”.
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai (hedging asset) yang efektif menjaga nilai kekayaan, terutama saat inflasi tinggi atau kondisi ekonomi global tidak menentu. Meski demikian, emas kurang cocok dijadikan investasi jangka pendek.
Investasi emas dalam jangka waktu 1 hingga 3 tahun dinilai belum ideal. Pada rentang waktu ini, harga emas masih cenderung fluktuatif sehingga potensi keuntungannya relatif kecil. Bahkan, dalam banyak kasus, keuntungan yang diperoleh belum mampu menutup selisih harga beli dan jual (spread) serta berbagai biaya tambahan.
Kinerja emas mulai terlihat lebih stabil pada jangka waktu 3 hingga 5 tahun, dan dinilai paling optimal jika disimpan lebih dari 5 tahun. Para perencana keuangan menyarankan agar emas disimpan minimal lima tahun untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal.
Ada beberapa alasan mengapa faktor waktu sangat penting dalam investasi emas.
Pertama, menutup spread dan biaya tambahan. Investasi emas, terutama emas fisik, memiliki selisih harga beli dan jual yang cukup tinggi. Selain itu, terdapat biaya lain seperti pencetakan, penyimpanan, hingga pajak yang dalam jangka pendek dapat menggerus keuntungan.
- Harga Emas Tembus Rp3 Juta per Gram, Berapa Lama Idealnya Investasi Emas?
- Iuran Dewan Perdamaian Trump Bisa Tembus Rp16,7 Triliun, APBN Terancam Tersedot?
- STAI Yogyakarta Lantik 36 Pejabat Baru Periode 2026–2030, Dihadiri PWNU DIY
- Ketua MA RI Kunjungi Pesantren Al-Ittifaqiah, Motivasi Santri Jadi Penegak Keadilan Berintegritas
- Jogja Diguncang Dua Gempa Sehari Akibat Sesar Opak Bantul
Kedua, meredam risiko volatilitas. Harga emas dalam jangka pendek bisa berfluktuasi akibat berbagai faktor global, seperti pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga The Fed, hingga ketegangan geopolitik. Namun, dalam jangka panjang, tren harga emas cenderung mengalami kenaikan.
Ketiga, fungsi emas sebagai pelindung nilai. Dalam situasi inflasi atau ketidakpastian ekonomi, emas terbukti mampu menjaga daya beli kekayaan. Karena itu, emas lebih cocok digunakan untuk perencanaan keuangan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak atau dana pensiun.
Untuk jangka waktu kurang dari tiga tahun, investasi emas umumnya hanya direkomendasikan sebagai dana darurat, dengan catatan investor harus siap menghadapi risiko fluktuasi harga dan spread yang belum tertutup. Sementara itu, investasi emas 3 hingga 5 tahun cocok untuk rencana keuangan jangka menengah, dengan potensi keuntungan mulai terlihat jika waktu pembelian tepat.
Adapun investasi emas di atas lima tahun dinilai paling ideal. Selain risikonya relatif rendah, potensi keuntungan juga lebih stabil dan signifikan, sehingga cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang.
Bagi investor pemula, emas tetap menjadi pilihan investasi yang aman, selama dipahami bahwa emas bukanlah instrumen untuk keuntungan instan. Emas berfungsi sebagai sarana menjaga dan melindungi nilai kekayaan dari waktu ke waktu.
Sebelum mulai berinvestasi, masyarakat juga disarankan memilih platform atau penjual emas yang tepercaya serta memahami seluruh biaya tambahan yang menyertai transaksi.
