Dosen STAI Yogyakarta: Koperasi Mahasiswa Harus Jadi Arsitek Kepemimpinan Ekonomi Berkeadilan
Yogyakarta, Swarnaberita.com – Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yogyakarta, Januariansyah Arfaizar, menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional yang digelar Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) wilayah Sumbagtama, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pra Musyawarah Wilayah (Pra Muswil) dan Jumpa KOPMA Akbar Se-Sumatera yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom.
Seminar tersebut mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Mentor Koperasi Mahasiswa dalam Membangun Kepemimpinan, Ideologi Koperasi, dan Inovasi Organisasi Berbasis Nilai Keindonesiaan.” Acara ini menghadirkan Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Joko Juliantoro sebagai keynote speaker yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi.
Selain Januariansyah Arfaizar, seminar ini juga menghadirkan Septiana Pratiwi, S.Pd, Demisioner Ketua BPP FKKMI, serta Hengki Tornado, S.ST., M.H, Komisioner KPU Musi Rawas. Jalannya acara dipandu oleh Farah Assyifa selaku host.
Dalam sambutannya, Ahmad Zabadi menegaskan pentingnya penguatan ideologi koperasi di kalangan mahasiswa. Menurutnya, koperasi mahasiswa tidak boleh sekadar dipahami sebagai unit usaha kampus, tetapi harus menjadi ruang pembentukan kepemimpinan, inovasi, dan karakter ekonomi yang berkeadilan. “Mahasiswa perlu kembali pada jati diri koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan nilai gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Januariansyah Arfaizar menyampaikan materi bertajuk “Koperasi Mahasiswa sebagai Arsitek Kepemimpinan Ekonomi Berkeadilan.” Ia menyoroti kondisi koperasi mahasiswa yang kerap terjebak pada orientasi bisnis semata dan kehilangan ruh ideologisnya di tengah arus liberalisasi ekonomi.
Menurut Januariansyah, koperasi mahasiswa sejatinya adalah ruang belajar kolektif yang mengajarkan demokrasi ekonomi, kemandirian, serta kepemimpinan sosial. “Koperasi mahasiswa bukan sekadar toko kampus atau lembaga simpan pinjam, melainkan sekolah kepemimpinan dan laboratorium ekonomi rakyat,” tegasnya.
Ia menekankan peran strategis mentor koperasi mahasiswa yang tidak hanya bertugas mengawasi administrasi, tetapi menjadi penjaga nilai, teladan etika, dan agen transformasi organisasi. Kegagalan koperasi mahasiswa, lanjutnya, sering kali bukan disebabkan minimnya modal, melainkan lemahnya pembinaan nilai dan keteladanan kepemimpinan.
Dalam perspektif kepemimpinan koperasi, Januariansyah menjelaskan bahwa model kepemimpinan ideal harus bersifat partisipatif, kolektif, dan melayani. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi syariah yang menempatkan kepemimpinan sebagai amanah, bukan kekuasaan. “Pemimpin koperasi harus berangkat dari nilai amanah, keadilan, integritas, kecerdasan, dan keterbukaan,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya ideologi koperasi berbasis nilai keindonesiaan, yang berakar pada Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945. Nilai tersebut memiliki irisan kuat dengan prinsip ekonomi syariah seperti ta’awun, maslahah, dan penolakan terhadap praktik ekonomi eksploitatif. Integrasi kedua nilai ini dinilai mampu memperkuat koperasi mahasiswa sebagai gerakan ekonomi alternatif yang adil dan inklusif.
Terkait inovasi, Januariansyah menegaskan bahwa modernisasi koperasi mahasiswa tidak boleh menghilangkan ruh ideologisnya. Inovasi, menurutnya, harus berpijak pada kebutuhan anggota dan nilai keadilan, bukan sekadar digitalisasi semu. Ia mencontohkan pengembangan ekosistem usaha halal kampus, simpan pinjam syariah internal mahasiswa, serta platform digital koperasi berbasis akad syariah sebagai bentuk inovasi bernilai.
Lebih jauh, ia menilai koperasi mahasiswa memiliki potensi besar sebagai inkubator ekonomi syariah nasional, sekaligus ruang kaderisasi pemimpin ekonomi masa depan. “Jika koperasi mahasiswa dibina dengan nilai dan visi yang kuat, ia tidak hanya melahirkan pengusaha kampus, tetapi pemimpin ekonomi berkeadilan yang dibutuhkan Indonesia,” pungkasnya.
Seminar ini diikuti oleh perwakilan koperasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera dan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
