Muhammad Kurnia Alumni Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum Sakatiga Raih Gelar Doktor
Yogyakarta, Swarnaberita.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum Sakatiga. Dr. KH. Muhammad Kurnia, Lc., M.Ag., alumni tahun 2005, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji Program Doktor Hukum Islam Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).
Dalam sidang terbuka tersebut, Muhammad Kurnia mengangkat gagasan strategis mengenai kepemimpinan profetik transformatif, sebuah konsep kepemimpinan yang berpijak pada nilai-nilai kenabian, moralitas, keadilan, dan transformasi sosial dalam perspektif maqasid syariah. Disertasi ini dinilai memberikan kontribusi akademik yang penting, khususnya dalam pengembangan pemikiran hukum Islam yang responsif terhadap dinamika sosial dan kebangsaan kontemporer.
Capaian akademik ini mendapat apresiasi luas dari kalangan alumni Raudhatul Ulum Sakatiga. Diantaranya disampaikan oleh salah satu sesepuh alumni yang berdomisili di Yogyakarta, Prof. Dr. Drs. Yusdani, M.Ag., melalui pesan yang dibagikan di grup WhatsApp alumni. Dalam pesannya, Prof. Yusdani menuliskan, “Alhamdulillah, dalam waktu 30 hari terakhir ini, dua alumni PIRUS/Raudhatul Ulum Sakatiga lulus menempuh ujian promosi doktor. Pertama, Saudara Doktor Ricky S. Wiranata (UIN Sunan Kalijaga, Kamis, 18 Desember 2025), dan kedua, Dr. Muhammad Kurnia (UII Yogyakarta, Rabu, 7 Januari 2026). Semoga barokah dan mubarokah, amin.”
Prof. Yusdani sendiri merupakan alumni Raudhatul Ulum Sakatiga angkatan tahun 1980. Saat ini, ia dikenal sebagai Direktur Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM) Yogyakarta, sekaligus Guru Besar di Universitas Islam Indonesia. Apresiasi tersebut mencerminkan kebanggaan kolektif alumni atas kesinambungan tradisi intelektual yang terus tumbuh dari pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga.
Dr. KH. Muhammad Kurnia lahir di Pangkalpinang pada 5 November 1987. Ia berdomisili di Kelurahan Paritlalang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kehidupan keluarga, ia didampingi oleh sang istri, Muthmainnah Abd. Hayatullah, M.Pd., dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Muhammad Zayan Mafaza, Hilyatul Maula Azima, dan Mahira Zhila Rahmah.
Riwayat pendidikan Muhammad Kurnia menunjukkan perjalanan akademik yang panjang dan konsisten. Pendidikan dasar ditempuh di TK Setia Utama Pangkalpinang dan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Pangkalpinang, dilanjutkan ke MTs Negeri Pangkalpinang. Pendidikan menengah ia selesaikan di Madrasah Aliyah Raudhatul Ulum Sakatiga, Sumatera Selatan. Pada jenjang pendidikan tinggi, ia meraih gelar sarjana Syari’ah Islamiyah di Universitas Al-Azhar Mesir, melanjutkan studi magister Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan menyelesaikan program doktor Hukum Islam di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Selain aktif sebagai Dosen Hukum Islam Universitas Bangka Belitung, Dr. KH. Muhammad Kurnia juga terlibat dalam berbagai aktivitas keagamaan dan sosial. Ia mengemban amanah sebagai Pembimbing Haji pada KBIHU Kafilah Madinah Bangka Belitung, Da’i Kamtibmas Polda Kepulauan Bangka Belitung, serta Pengasuh Majelis Taklim dan Dzikir Lubabul Huda Pangkalpinang. Di bidang kewirausahaan, ia juga dikenal sebagai CEO eLHa Busana Muslim Pangkalpinang.
Capaian gelar doktor ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi alumni Raudhatul Ulum Sakatiga dan generasi muda Muslim untuk terus menempuh pendidikan tinggi, memperkuat tradisi keilmuan pesantren, serta mengabdikan ilmu pengetahuan bagi umat dan bangsa.
