Mudir Ponpes Al-Mubarokah Tekankan Penguatan Moral Santri Dalam Kajian Tafsir

Musi Banyuasin, Swarnaberita.com – Antusiasme santri Pondok Pesantren Al-Mubarokah kembali terlihat dalam kegiatan kajian tafsir tematik yang disampaikan langsung oleh Mudir Pondok Pesantren Al-Mubarokah, KH. Muhammad Siddiq Asmara, Lc., M.H.I., pada Ahad pagi, 28 Desember 2025. Kajian ini diikuti oleh santri putra dan putri dengan pola pelaksanaan yang berbeda dari biasanya.

Jika pada pekan-pekan sebelumnya kajian rutin dilaksanakan secara gabungan, kali ini pimpinan pondok menggelar kajian secara terpisah antara santri putra dan santri putri. Kebijakan tersebut dilakukan dengan tujuan agar penyampaian materi dapat berlangsung lebih fokus, mendalam, dan menyentuh pesan-pesan moral yang dibutuhkan para santri.

“Kajian terpisah ini dilaksanakan pada momen-momen tertentu, khususnya ketika ada pesan moral yang ingin ditekankan sebagai imun sekaligus motivasi bagi para santri,” ujar KH. Muhammad Siddiq Asmara.

Kajian untuk santri putra dilaksanakan pada malam Ahad di Masjid Aqilah Al-Mubarokah. Dalam kesempatan tersebut, KH. Muhammad Siddiq Asmara mengangkat kisah Ashabul Kahfi dengan mengkaji ayat 9–26 dari Surah Al-Kahfi. Kisah tersebut disampaikan sebagai teladan tentang keteguhan iman, keberanian menjaga akidah, serta keistimewaan hamba-hamba Allah yang istiqamah dalam kebenaran.

Santri Putri Ponpes Al-Mubarokah saat mengikuti kajian Tafsir bersama Mudir.

Sementara itu, kajian santri putri dilaksanakan di Mushollah Nuraswati seusai salat Subuh pada Ahad pagi. Pada kajian ini, pimpinan pondok membahas kisah Maryam binti Imran, dengan merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat dalam Surah Ali Imran dan Surah Maryam. Kisah Maryam disampaikan sebagai simbol kesucian, keteguhan iman, dan kemuliaan akhlak seorang perempuan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Melalui dua kisah inspiratif tersebut, pimpinan pondok berharap para santri tidak hanya memahami materi yang disampaikan dalam kajian, tetapi juga terdorong untuk menggali hikmah secara lebih mendalam.

“Apa yang disampaikan ustadz dalam kajian ini hanyalah muqaddimah. Selanjutnya, sebagai seorang pelajar, kalian harus terus memperkaya literasi dari berbagai sumber agar mampu menemukan pelajaran-pelajaran penting sebagai bekal di masa depan,” pesan beliau kepada para santri.

Kajian tafsir tematik ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan ruhani dan intelektual santri, sekaligus memperkuat karakter keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *