Dialog Nasional PS2PM Soroti Peran Pesantren dan Budaya Hadapi Banjir di Sumatera

Yogyakarta, Swarnaberita.com – Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM) Yogyakarta menggelar Dialog Nasional bertema “Pesantren dan Budaya dalam Merespon Bencana Banjir di Sumatera” pada Selasa malam (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama atas peran strategis pesantren dan kearifan budaya lokal dalam menghadapi persoalan kebencanaan yang kian kompleks.

Sebelum diskusi dimulai, acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Saudari Daril Latur Rikhana Tinofa, ST. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Zainal Syarifuddin, S.H.I., M.S.I.. Rangkaian acara dipandu oleh Muhammad Nurhidayat, S.Sos., M.A. selaku pembawa acara.

Dialog nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas latar belakang. Hadir sebagai pembicara utama Prof. Dr. Drs. Yusdani, M.Ag., Guru Besar Universitas Islam Indonesia sekaligus Direktur PS2PM Yogyakarta. Turut hadir Drs. K.H. Mudrik Qori, M.A., Mudir ‘Am Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya yang juga Anggota Dewan Pakar PS2PM Yogyakarta; Dr. Zaimuddin, M.S.I., Wakil Rektor III IAIQI Indralaya Ogan Ilir, Sumatera Selatan; serta H. Wanani, pengusaha ikan asal Yogyakarta.

Foto bersama pembicara dan peserta usai acara berlangsung #1

Diskusi dipandu oleh Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan. Dalam forum tersebut, para narasumber menyampaikan pandangan dan analisis dari perspektif keilmuan, kepesantrenan, akademik, serta pengalaman praktis di lapangan. Bencana banjir di Sumatera dibahas tidak hanya sebagai persoalan teknis lingkungan, tetapi juga sebagai tantangan sosial, budaya, dan kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan pesantren dan masyarakat secara berkelanjutan.

Para pembicara menekankan bahwa pesantren memiliki modal sosial, nilai keagamaan, serta kedekatan kultural dengan masyarakat yang dapat dioptimalkan dalam upaya mitigasi, edukasi kebencanaan, hingga pemulihan pasca-bencana. Sinergi antara nilai agama, budaya lokal, dan kebijakan publik dinilai menjadi kunci dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi bencana alam.

Foto bersama pembicara dan peserta usai acara berlangsung #2

Kegiatan yang berlangsung di Resto Limasan Klampox Yogyakarta ini diikuti oleh pengasuh pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum. Dialog berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta, mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap peran pesantren dalam merespons persoalan kebencanaan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *