Dikukuhkan sebagai Guru Besar UII, Prof. Yusdani Tekankan Masa Depan Indonesia Berbasis Islam Peradaban

Yogyakarta, Swarnaberita.com – Direktur Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM) Yogyakarta, Prof. Dr. Drs. Yusdani, M.Ag., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) pada Selasa pagi (16/12). Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Realitas Baru dan Masa Depan Indonesia Berbasis Islam Peradaban”, Prof. Yusdani menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap hasil reformasi konstitusi Indonesia, khususnya perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 yang berlangsung sejak 1999 hingga 2002.

Menurutnya, dinamika global yang ditandai oleh perubahan besar (big bang change) di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya menuntut Indonesia untuk menyiapkan rancangan perubahan kelima UUD NRI 1945. Ia menegaskan bahwa perubahan konstitusi merupakan keniscayaan dalam negara konstitusional dan bukan sesuatu yang tabu dalam praktik ketatanegaraan modern.

Prof. Yusdani memaparkan sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian, antara lain penataan ulang kelembagaan negara seperti MPR, DPR, dan DPD, evaluasi sistem pemilihan presiden dan kepala daerah, penguatan sistem kepemimpinan nasional yang berintegritas tanpa kompromi politik pragmatis, serta pembenahan sistem kekuasaan kehakiman. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan ideologi ekonomi Pancasila dan penguasaan wilayah udara NKRI.

Lebih jauh, Prof. Yusdani menegaskan bahwa konstitusi merupakan kesepakatan bersama warga negara yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan kultural masyarakat Indonesia. Dalam konteks ini, umat Islam diharapkan tidak lagi memosisikan diri dengan mentalitas “luar pagar” terhadap UUD 1945, melainkan aktif menemukan kesesuaian antara nilai-nilai Islam dan nilai dasar konstitusi.

“Nilai-nilai fundamental dalam UUD 1945 tidak bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan pada banyak aspek selaras dengan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan,” tegasnya. Karena itu, tantangan utama umat Islam saat ini bukanlah memperjuangkan formalisasi negara Islam, melainkan menghidupkan nilai-nilai konstitusi secara adil, jujur, dan konsisten dalam praktik bernegara.

Ia juga menekankan bahwa hubungan agama dan negara harus dibangun dalam kerangka simbiosis mutualisme, saling melengkapi demi menjaga keutuhan ideologi, integrasi wilayah, serta toleransi beragama yang berkeadaban. Dalam pandangan Prof. Yusdani, penguatan etika, integritas, dan kejujuran dalam penyelenggaraan negara merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Islam dalam kehidupan kebangsaan.

Pengukuhan tersebut juga diikuti oleh Prof. Eko Siswoyo, yang menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Inovasi Pengelolaan Air dan Limbah Berkelanjutan Menggunakan Adsorben Ramah Lingkungan”. Acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB, dibuka dan ditutup secara resmi oleh Ketua Senat UII, Prof. Dr. Hadri Kusuma, MBA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *