KH. Mudrik Qori dan Dr. Zaimuddin Terima PS2PM Award 2025
Yogyakarta, Swarnaberita.com – Mudir ‘Aam Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Drs. KH. Mudrik Qori, MA., bersama Wakil Rektor III IAIQI Indralaya, Dr. Zaimuddin, M.S.I., menerima penghargaan dalam ajang Penganugerahan PS2PM Award 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM), Prof. Drs. Yusdani, M.Ag., pada Selasa malam, 16 Desember 2025, bertempat di Resto Limasan Klampox, Yogyakarta.
Penganugerahan ini digelar bersamaan dengan Dialog Nasional bertema “Pesantren dan Budaya dalam Merespon Bencana Banjir di Sumatera”, yang menghadirkan tokoh akademisi, pengasuh pesantren, serta pegiat sosial dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Mudrik Qori dianugerahi sebagai Tokoh Inspiratif dalam Bidang Pembinaan Naghom Al-Qur’an. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata, komitmen berkelanjutan, serta keteguhan beliau dalam membina dan mengembangkan seni naghom Al-Qur’an. Kiprah dan keteladanan yang ditunjukkan dinilai telah memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional, dalam penguatan nilai-nilai Al-Qur’an melalui seni baca.
Sementara itu, Dr. Zaimuddin, M.S.I. menerima penganugerahan sebagai Tokoh Inspiratif Bidang Akademisi Pembinaan Hifdzil Qur’an. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi, pengabdian, dan komitmen berkelanjutan beliau dalam pembinaan, pengembangan, serta penguatan tradisi hifdzil Qur’an di lingkungan akademik dan pesantren. Keteladanan dan konsistensi yang ditunjukkan dinilai mampu melahirkan generasi pecinta sekaligus penjaga Al-Qur’an.

Sekretaris PS2PM sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Nusantara (IKN) Yogyakarta, Januariansyah Arfaizar, S.H.I., M.E., menyampaikan bahwa kedua tokoh dari Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah tersebut memang layak menerima penghargaan. Menurutnya, peran KH. Mudrik Qori dan Dr. Zaimuddin sangat signifikan dalam mencetak kader-kader penerus bangsa yang berkarakter Qur’ani dan berwawasan rahmatan lil ‘alamin.
Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, mulai dari akademisi, pengasuh pesantren, mahasiswa, hingga pegiat sosial dan kemasyarakatan. Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh refleksi, menegaskan kembali peran strategis pesantren dalam merespons persoalan kebencanaan dan sosial di Indonesia.
