Solidaritas IKPM Muba Yogyakarta Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

Yogyakarta, Swarnaberita.com – Senja baru saja turun di langit Yogyakarta ketika arus kendaraan mulai memadati lampu merah Ketandan, Jalan Wonosari Yogyakarta. Di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah benar-benar berhenti, terlihat sekelompok mahasiswa berdiri sambil memegang kardus donasi dan poster bertuliskan “Turun Peduli Bencana Banjir Sumatera”. Meski capek baru saja pulang kuliah namun semangatnya tak padam hari itu, kepedulian terasa begitu hidup.

Aksi tersebut digelar oleh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Muba Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tanah yang retak, rumah yang hancur, serta ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal menjadi latar duka yang menggerakkan mahasiswa rantauan ini untuk turun ke jalan.

Kegiatan penggalangan dana berlangsung pada Senin sore (01/12), di tengah teriknya cuaca dan derasnya arus kendaraan, para mahasiswa ini dengan lantang mengajak masyarakat untuk membantu saudara-saudara di Sumatra yang sedang dilanda kesulitan.

Ketua Asrama Randik Yogyakarta, Indi, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa bukan hanya peduli pada pendidikan, tetapi juga pada kemanusiaan. “Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa Muba terhadap masyarakat, terutama mereka yang sedang mengalami musibah akibat bencana alam beberapa hari terakhir di Pulau Sumatra,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa apa yang dilakukan hari itu bukan sekadar pengumpulan uang, melainkan simbol solidaritas antar-sesama. “Saat saudara-saudara kita menghadapi situasi sangat berat, kami ingin hadir meski dari jauh. Penggalangan dana ini adalah ikhtiar kami untuk meringankan beban mereka walau sedikit,” tambah Indi dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Ketua IKPM Muba Yogyakarta, Mutia Meisari, menyampaikan harapannya agar bantuan yang terkumpul dapat sedikit membantu bagi para korban. “Kami berharap apa yang terkumpul bisa menjadi penopang kecil bagi senyum mereka yang tengah diuji musibah. Solidaritas adalah cara kami menunjukkan bahwa mereka tidak menghadapi ini sendirian,” jelas Mutia.

Aksi ini tidak dilakukan sendirian. Sejumlah organisasi mahasiswa ikut mendukung, termasuk IKPM Lampung, KPM Bengkulu, IKPM Muba, anggota Asrama Randik, serta didukung penuh oleh LazisMU sebagai lembaga penyalur. Kerja sama lintas daerah ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas geografis.

Pada hari pertama, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp3.400.000. Jumlah ini akan terus bertambah seiring berlanjutnya penggalangan dana hingga esok hari, sebelum seluruhnya disalurkan melalui LazisMU kepada para korban bencana di Sumatra. Total keseluruhan donasi rencananya akan diumumkan setelah proses perhitungan akhir.

Di bawah lampu merah yang berkedip, di tengah deru mesin motor dan mobil yang tak henti berlalu, aksi kecil para mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan selalu punya ruang di hati banyak orang. Bahwa meski jauh dari tanah kelahiran, mereka tetap terikat oleh kepedulian dan rasa memiliki yang sama.

Dan dari Yogyakarta, secuil harapan sedang dikirim menuju Sumatra harapan yang lahir dari tangan-tangan muda yang percaya bahwa bantuan sekecil apa pun berarti besar bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari duka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *