Asrama Putri Randik dan IKPM Muba Yogyakarta Gelar Talkshow Kepemimpinan

Yogyakarta, Swarnaberita.com – Di tengah derasnya kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, Asrama Putri Randik milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Muba Yogyakarta menyelenggarakan talkshow bertajuk “Kepemimpinan Kolaboratif, Transformasi, dan Digitalisasi.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu malam (22/11) tersebut menjadi ruang penting bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta untuk memperluas pemahaman tentang kepemimpinan yang adaptif dan siap menjawab tantangan era disrupsi.

Talkshow nasional ini tidak hanya memfasilitasi diskusi tentang bagaimana seorang pemuda harus memimpin di tengah perubahan, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi lintas institusi, budaya organisasi, serta kesiapan mental mengawal transformasi digital di tingkat masyarakat.

Rangkaian Acara: Kolaborasi yang Mengalir dan Menghidupi Semangat Kebersamaan
Kegiatan dibuka oleh MC Elisa, mahasiswi UIN Sunan Kalijaga asal Lais, yang memandu suasana dengan hangat dan penuh energi. Momentum sakral kemudian tercipta melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Edy, alumni pesantren asal Sungai Lilin Muba Sumatera Selatan.

Seluruh peserta berdiri bersama menyanyikan Indonesia Raya serta Mars Muba, yang dipandu oleh Ziny Novitasari, mahasiswi Universitas PGRI Yogyakarta. Kehadiran Mars Muba menciptakan suasana emosional dan rasa bangga terhadap identitas daerah, terutama bagi mahasiswa asal Musi Banyuasin yang merantau di Yogyakarta.

Sambutan Inspiratif: Menempatkan Mahasiswa Sebagai Motor Transformasi dan Kolaborasi
Ketua Asrama Randik, Indi, membuka jajaran sambutan dengan arah pembicaraan yang menggugah semangat generasi muda.

“Tema ini sangat cocok bagi kita yang hidup di tengah perubahan super cepat. Semoga acara ini membuka pikiran, menambah wawasan, serta memperkuat jaringan dan kerja sama antarsesama,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga kekuatan kolaboratif yang dibangun bersama.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mutia Meisari, Ketua IKPM Muba Yogyakarta. Ia menyampaikan apresiasi kepada narasumber, panitia, dan seluruh peserta yang meluangkan waktu di malam Minggu untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Biasanya malam Minggu menjadi momen anak muda bersantai. Namun malam ini berbeda, karena kita memilih untuk mengikuti talkshow yang sangat bermanfaat. Semoga semangat ini membuat mahasiswa lebih produktif dan semakin berani mengembangkan diri,” tuturnya.

Hadir pula pengelola Asrama Randik, Muhamad Nurhidayat, S.Sos., M.A., dan Nelva Ade Tinofa, M.Pd., bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh sebagai bagian dari misi pembinaan mahasiswa Muba di lingkungan pendidikan nasional.

Talkshow Inti: Mengurai Esensi Kepemimpinan Kolaboratif di Era Digital
Sesi inti acara dipandu oleh moderator Shela Hajjaria Putri, S.Ab., yang memantik diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan tajam dan relevan.

Usai acara Pengelola dan Pengurus Asrama Randik foto bersama Pembicara

Narasumber utama, Dr. Tomi Agus Triono, S.M., M.M., menyampaikan materi yang mencakup esensi kepemimpinan kolaboratif, pentingnya transformasi, dan pemahaman mendalam tentang digitalisasi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.

Dalam pemaparannya, Dr. Tomi menjelaskan bahwa kepemimpinan di era digital menuntut kemampuan untuk berkolaborasi luas, terbuka pada perubahan, serta berpikir visioner.

“Digitalisasi bukan sekadar alat atau teknologi. Ini adalah pola pikir. Pemimpin masa depan harus fleksibel, kolaboratif, dan mampu melihat peluang di balik setiap perubahan,” tegasnya.

Materi yang disampaikan membuka ruang diskusi aktif. Enam mahasiswa dari berbagai kampus ternama di Yogyakarta berkesempatan mengajukan pertanyaan, antara lain: Niken (UNU), Novia (UIN Sunan Kalijaga), Dovi (UIN Sunan Kalijaga), Jenni (LPP) Selvia (UNISA) dan Issa (UTY).

Pertanyaan-pertanyaan mereka menunjukkan bahwa isu kepemimpinan kolaboratif dan digitalisasi bukan hanya topik akademis, tetapi kebutuhan nyata dalam dinamika dunia kemahasiswaan dan masa depan pekerjaan.

Penyerahan cinderamata oleh Pengelola Asrama Randik pada Pembicara

Setelah sesi diskusi yang berlangsung hangat, acara ditutup dengan penyerahan cinderamata. Pengelola Asrama Randik, Muhamad Nurhidayat, menyerahkan cinderamata kepada narasumber Dr. Tomi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.

Cinderamata berikutnya diberikan oleh Ketua IKPM Muba, Mutia Meisari, kepada moderator sebagai apresiasi atas kelancaran jalannya diskusi.

Penyerahan cinderamata oleh ketua asrama untuk moderator

Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan, mencerminkan semangat kolaboratif yang menjadi inti dari tema talkshow.

Foto & Kontributor: M. Nur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *