PBNU Bergejolak: Syuriyah Minta Gus Yahya Mundur, Gus Ipul Imbau Warga NU Tetap Tenang
Swarnaberita.com – Sebuah dokumen risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU beredar luas pada Jumat (21/11) malam dan memunculkan dinamika baru di tubuh Nahdlatul Ulama. Dalam risalah tersebut, Syuriyah PBNU meminta Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Dokumen itu menyebutkan bahwa hasil musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam menetapkan kewajiban bagi Gus Yahya untuk mundur dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima. Jika tidak, Rapat Harian Syuriyah PBNU menyatakan akan memberhentikan Gus Yahya dari posisi Ketua Umum. Risalah tersebut ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Merespons situasi tersebut, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengimbau seluruh pengurus dan warga NU di semua tingkatan—dari PBNU hingga ranting—untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu kegaduhan.
“Ini hanyalah dinamika internal organisasi yang sedang berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Gus Ipul. Ia menegaskan agar seluruh pengurus tetap menjaga suasana kondusif, mengedepankan ukhuwah, serta tidak membuat pernyataan yang dapat memperkeruh keadaan.
Gus Ipul juga meminta warga NU mengikuti perkembangan hanya melalui informasi resmi Syuriyah PBNU. Menurutnya, proses penyelesaian kini berada sepenuhnya di tangan otoritas tertinggi organisasi, yakni Rais Aam bersama dua Wakil Rais Aam.
“Serahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan para wakilnya. Insyaallah semuanya akan dituntaskan dengan baik dan sesuai adab organisasi,” tutupnya.
Berita ini diolah dari laporan jpnn.com.
Sumber foto: © JPNN.COM – Gus Yahya Diberi Waktu 3 Hari untuk Mundur Jadi Ketum PBNU
