Diskusi Malam Ini: Mengulas Kehidupan Muslim Jawa di Bangkok dari Perspektif Fikih At-Ta’âyusy

Yogyakarta, Swarnaberita.com – Malam ini akan berlangsung sebuah diskusi ilmiah bertajuk “Javanese Muslims in the Metropolitan Bangkok: Fiqh At-Ta’ayusy Perspective”, mengulas kehidupan komunitas Muslim Jawa di Bangkok Thailand melalui pendekatan fikih koeksistensi. Diskusi ini berangkat dari artikel akademik hasil kolaborasi Yusdani, Januariansyah Arfaizar, dan Srawut Aree yang telah diterbitkan di International Journal of Islamic Thought, jurnal bereputasi milik Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan terindeks Scopus Q1, menandakan pengakuan internasional terhadap kualitas kajiannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Muslim Jawa di Sathorn, Bangkok memiliki tiga identitas sekaligus. Pertama, mereka tetap menjadi Muslim taat yang mampu menjaga identitas keagamaannya serta bebas menjalankan ibadah di lingkungan tempat tinggal mereka. Kedua, mereka tetap memelihara budaya dan tradisi warisan leluhur Jawa seperti kenduren, slametan, dan tahlilan. Ketiga, mereka adalah warga negara Thailand yang patuh terhadap aturan dan kewajiban sebagai bagian dari masyarakat Thailand.

Perjuangan komunitas ini dalam mempertahankan identitas didasarkan pada nilai-nilai Islam sebagai landasan ajaran serta budaya Jawa sebagai rujukan utama. Para tokoh masyarakat mampu mentransformasikan kedua nilai tersebut agar selaras dengan dinamika sosial yang mereka hadapi. Kebijaksanaan dalam merespons realitas, tantangan, dan tuntutan dalam aspek politik, ekonomi, sosial-keagamaan, serta budaya menjadi kunci ketahanan mereka.

Dari perspektif fikih at-ta’âyusy, keberhasilan komunitas diaspora Muslim Jawa di Kampung Jawa, Bangkok terletak pada kemampuan mereka beradaptasi dan hidup damai berdampingan dengan masyarakat sekitar. Nilai-nilai Islam yang inklusif dan budaya Jawa yang santun serta toleran menjadi sumber inspirasi dalam membangun kehidupan harmonis. Temuan penelitian ini dinilai relevan sebagai contoh dan model yang dapat diteladani oleh komunitas Muslim minoritas di berbagai belahan dunia.

Sebagai pembahas dalam diskusi ini akan hadir Dr. Drs. H. M. Muslich KS, M.Ag, pakar budaya Jawa sekaligus Ketua Dewan Pakar PS2PM Yogyakarta. Acara juga akan dipandu oleh Megi Saputra, S.M., mahasiswa Magister Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang akan memandu jalannya dialog secara interaktif dan mendalam.

Kegiatan yang akan digelar di Kopi Sachi ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Siyasah dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM) bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Nusantara (IKN) Yogyakarta. Diskusi ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi penguatan harmoni sosial di masyarakat multikultural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *